Pangkalpinang, Deteksi Pos – Setelah bertahun-tahun terbengkalai tanpa perawatan, Taman Mandara akhirnya mulai dibenahi Pemerintah Kota Pangkalpinang. Wali Kota Pangkalpinang, Prof. Saparudin, turun langsung memimpin gotong royong bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membersihkan kawasan yang berada di jantung ibu kota tersebut.
Pembenahan ini menjadi langkah awal menghidupkan kembali aset daerah yang selama ini mangkrak. Pemkot menargetkan Taman Mandara kembali berfungsi sebagai ruang publik, pusat aktivitas masyarakat, sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Taman Mandara ini sudah hampir belasan tahun tidak terawat. Padahal aset ini sangat potensial dan berada di lokasi yang sangat strategis,” kata Saparudin kepada wartawan.
Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan fasilitas yang sudah tersedia, termasuk jogging track, agar kembali dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga. Selain itu, kawasan tersebut akan ditata menjadi taman kota hijau dengan pepohonan rindang yang nyaman untuk berbagai aktivitas.
“Kita ingin menjadikan kawasan ini sebagai salah satu taman kota. Nantinya masyarakat bisa berolahraga, bersantai, maupun menggelar berbagai kegiatan di sini,” ujarnya.
Status Lahan Dipastikan Aman
Menjawab pertanyaan mengenai lambatnya pengembangan Taman Mandara yang selama ini dikaitkan dengan persoalan legalitas lahan, Saparudin memastikan aset tersebut telah memiliki kepastian hukum.
“Lahan ini sudah bersertifikat. Artinya sudah sah menjadi milik Pemerintah Kota Pangkalpinang,” tegasnya.
Ia mengungkapkan, Pemkot juga telah menyiapkan investor yang akan terlibat dalam pengembangan kawasan tersebut.
“Insya Allah investornya sudah kita siapkan. Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala, tahun depan pembangunan sudah bisa dimulai,” katanya.
Disiapkan Jadi Sentra UMKM dan Event Pemuda
Tak hanya menjadi ruang terbuka hijau, Taman Mandara juga diproyeksikan sebagai pusat kegiatan UMKM dan berbagai agenda kepemudaan.
Selama ini, aktivitas bazar maupun festival UMKM masih terpusat di kawasan Alun-Alun Taman Merdeka. Ke depan, Pemkot ingin membagi pusat keramaian dengan menjadikan Taman Mandara sebagai lokasi baru penyelenggaraan berbagai kegiatan.
“UMKM akan kita tempatkan di area yang sudah disiapkan. Kami juga berharap organisasi kepemudaan bisa menggelar event, kegiatan olahraga hingga perlombaan di sini sehingga kawasan ini kembali hidup,” ujarnya.
Tarif Sewa Akan Dievaluasi
Di sisi lain, rencana menghidupkan kembali Taman Mandara masih dihadapkan pada keluhan pelaku usaha dan penyelenggara acara. Selama ini, tingginya tarif sewa lahan disebut menjadi salah satu alasan kawasan tersebut minim kegiatan.
Menanggapi hal itu, Saparudin memastikan pemerintah akan mengevaluasi besaran tarif agar tidak menjadi penghambat bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan kawasan tersebut.
“Nanti akan kita lihat lagi. Saya belum mengetahui secara pasti tarif yang berlaku di sini. Kalau Taman Merdeka memang sudah ramai, sedangkan di Taman Mandara akan kita evaluasi supaya bisa lebih menarik untuk dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.(*)























