Pangkalpinang, Deteksi Pos – Pengelolaan sampah dan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jadi dua persoalan utama yang disuarakan warga saat kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Monica Haprinda, Minggu (18/5/2025).
Reses digelar di Greenland Coffee, Perumahan Greenland, Pangkalpinang. Monica menyebut, pengelolaan sampah perlu segera masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) ke depan.
“Isu sampah ini terus muncul dalam dialog warga. Harus ada langkah konkret, termasuk pembangunan TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) regional. Ini penting untuk menjaga kebersihan dan kualitas lingkungan,” kata Monica.
Di bidang pendidikan, Monica menyoroti belum adanya kepala definitif di Dinas Pendidikan Provinsi Babel. Menurutnya, hal ini bisa berdampak pada kesiapan PPDB tingkat SMA yang akan segera dibuka.
“Kita dorong agar kepala dinas segera dilantik. Ini penting karena PPDB sudah di depan mata,” tegasnya.
Soal zonasi, Monica mengaku masih banyak masyarakat yang mengeluhkan sistem ini. Ia menilai perlu ada komunikasi yang lebih jelas dari pemerintah ke publik, agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Zonasi ini memang bukan murni kebijakan daerah, tapi hasil koordinasi lintas sektor. Namun, solusinya juga harus konkret, seperti menambah unit sekolah baru di Pangkalpinang. Kami sudah diskusi dengan Komisi IV DPRD soal ini,” ujarnya.
Meski tidak mengusung tema khusus, Monica menyebut reses ini menjadi ruang penting untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat, mulai dari infrastruktur hingga layanan publik.
“Salah satu aspirasi soal pengaspalan jalan di dalam perumahan. Kita akan bantu koordinasi ke PU Kota agar segera ditindaklanjuti,” ucapnya.
Monica berharap hasil reses ini bisa menjadi masukan dalam penyusunan kebijakan dan anggaran di tingkat provinsi. (*)




















