Babel  

Pencabutan Status Bandara Internasional HAS Hanandjoeddin: Kekecewaan Ketua DPRD Bangka Belitung

Herman Suhadi Ketua DPRD Kepulauan Provinsi Bangka Belitung (Foto : ist) 

Pangkalpinang, Deteksi Pos – Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Herman Suhadi, mengekspresikan kekecewaannya terhadap keputusan Kementerian Perhubungan yang mencabut status bandara internasional HAS Hanandjoeddin, mengubahnya menjadi bandara domestik baru-baru ini.

“Sangat disayangkan pencabutan status bandara internasional HAS Hanandjoeddin oleh Kementerian Perhubungan, meskipun langkah tersebut diambil dalam rangka efisiensi bandara internasional di Indonesia,” ungkapnya di Tanjung Pandan, Selasa (7/5/2024).

Menurutnya, penurunan status bandara internasional HAS Hanandjoeddin akan berdampak pada kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tersebut, meskipun sudah lama tidak ada maskapai yang melayani penerbangan internasional di sana setelah pandemi COVID-19.

Namun, Herman Suhadi menekankan bahwa keberadaan bandara internasional HAS Hanandjoeddin telah menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Belitung.

“Sebagai salah satu dari 10 destinasi pariwisata prioritas di Indonesia, keberadaan bandara internasional HAS Hanandjoeddin di Belitung merupakan hal yang prestisius dan sangat penting dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang berkunjung,” katanya.

Dia menyatakan bahwa kabar tentang pencabutan status bandara internasional tersebut sudah beredar cukup lama, tetapi belum dapat dipastikan kebenarannya.

Menurut Herman Suhadi, kondisi ini seperti bom waktu yang sangat mengkhawatirkan para pelaku pariwisata di Belitung.

“Akhirnya, beberapa hari yang lalu, bom waktu tersebut meledak, dengan pencabutan status bandara internasional HAS Hanandjoeddin di Belitung. Saya dapat membayangkan bagaimana perasaan para pelaku pariwisata di Belitung,” tambahnya.

Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah daerah untuk meyakinkan pemerintah pusat agar bandara HAS Hanandjoeddin bisa kembali menjadi bandara internasional.

Hal ini sangat penting untuk mendukung kemajuan pariwisata Belitung, yang menjadi salah satu pilar ekonomi setelah penutupan tambang.

“Kami juga berharap ada pembicaraan untuk menambah jumlah penerbangan dari dan ke Belitung, karena peningkatan jumlah kunjungan wisatawan adalah kunci kemajuan pariwisata,” tambahnya. (**)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *