Kajati Banten Terkenal Tegas Jadi Pembina PJBN

Tb Rahmad Sukendar bersama Kajati Banten Dr Reda Manthovani (foto: deteksipos)

Banten, Deteksi Pos – Tubagus Rahmad Sukendar selaku Ketua Garda Inti Paquron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ) di temani Kabiro Hukum PJBN Roslan S.Spd.SH melakukan kunjungan kerja ke Kantor Kejaksaan Tinggi Banten, Selasa (04/01/2022) jam 09.00 WIB.

Dalam kegiatan kunjungan di Kejaksaan Tinggi Banten, kehadiran Tb Rahmad Sukendar diterima dan disambut langsung Kepala kejaksaan tinggi Banten Dr Reda Manthovani didampingi Asintel Kejaksaan Tinggi Banten Adhyaksa Darma Yuliano SH.MH.

Pada Saat ramah tamah Kejati Banten menyampaikan permintaan maaf tidak dapat menghadiri undangan dari PJBN dalam rangka Pengukuhan dirinya sebagai Pembina PJBN yang bertepatan juga dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhamad SAW pada 21 November 2021 di Mako PJBN Pandeglang Banten, dikarenakan ada kegiatan undangan dari Badan Pemeriksa Keuangan ( BPK )
di Denpasar Bali yang tidak bisa diwakilkan kepada Wakajati ataupun Asisten.

Pada kesempatan ini Tb Rahmad Sukendar meminta kesediaan dari Kajati Banten Dr Reda Manthovani menjadi Dewan Pembina Paquron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ). Pengangkatan Kajati Banten Dr Reda Manthovani menjadi Dewan Pembina Paguron Jalak Banten Nusantara dilakukan Ketua Garda Inti PJBN Tb Rahmad Sukendar bertempat di ruang kerja Kajati Banten. Usai didaulat dan dikukuhkan menjadi Dewan Pembina Paguron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ).

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum PJBN Abah Sepuh Kyai Haji Tb Sangadiah MA melalui Ketua Garda Inti PJBN dan keluarga besar Paguron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ) yang telah mempercayakan dirinya menjadi Dewan Pembina di PJBN,” kata Reda Manthovani.

Lebih lanjut, Reda Manthovani juga menyampaikan bahwa diri nya sejak muda sudah menggeluti olahraga Pencak Silat dan sangat antusias serta bangga untuk bersama PJBN bisa melestarikan nilai budaya leluhur dan seni beladiri di Nusantara agar tidak tergerus dengan pengaruh budaya luar dan klimak nya Seni Budaya Leluhur maupun Seni Budaya Pencak Silat ditinggalkan generasi muda kita akibat tergerus dengan budaya barat yang saat ini digandrungi anak-anak muda.

Kajati Banten menyampaikan juga siap untuk bersinergi dalam wadah keluarga besar PJBN untuk menjaga dan merawat budaya leluhur dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika agar NKRI ini bisa terhindar dari paham radikalisme dan intoleransi dan PJBN menolak keras aksi radikalisme di NKRI.

“Saya juga mengajak kepada seluruh teman-teman Pencak Silat Paguron Jalak Banten Nusantara ( PJBN ) untuk senantiasa bersinergi dengan kepolisian dan TNI dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polda Banten,” ujar Reda.

Saat ini Reda Manthovani sedang berupaya keras dengan tim dan Zuriat Kesultanan Banten membentuk Forum Lestarikan Lingkungan Masjid Banten lama agar bisa merawat dan menjaga peninggalan budaya banten lama yaitu keberadaan Masjid Banten yang beberapa waktu lalu telah dipugar Pemerintah Provinsi Banten dan sekarang berdiri megah seperti yang ada di Nabawi Madinah.

“Tugas kita selaku generasi penerus dalam melestarikan dan menjaga agar kondisi di Masjid Agung Banten Lama dan sekitarnya bisa terjaga kebersihan dan keindahan nya serta tidak rusak dan dikotori para tamu penziarah dari berbagai daerah untuk itu dicarikan solusi bersama dengan melibatkan Zuriat Kesultanan Banten dalam
Menjaga sekaligus melestarikan budaya islami yang ada di lingkungan Masjid Banten Lama agar terjaga dan tidak ada pungutan liar dari oknum oknum yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Maka itu mari kita pikirkan bagaimana merumuskannya secara bersama untuk bisa menghimpun dana partisipasi dari masyarakat yang datang dalam rangka ziarah dan wisata di Masjid Banten Lama untuk bisa mensejahterakan masyarakat sekitar dalam merawat dan menjaga lingkungan area Masjid Banten lama.

“Maka itu tugas PJBN dan semua komponen masyarakat di banten untuk bersama sama melestarikan nilai nilai budaya islami dan budaya leluhur peninggalan para Sultan Banten yang ada di sekitar lingkungan Masjid Banten Lama,” tutupnya..(tama)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *