Simpang Katis, DeteksiPos – Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menghadiri kegiatan Pengukuhan dan Wisuda Tahfiz Al-Qur’an Angkatan IX Vantera Generation MAN Insan Cendekia Bangka Tengah di Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN Insan Cendekia Bangka Tengah, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah, Sabtu (09/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati mengenang perjuangan awal berdirinya MAN Insan Cendekia di Bangka Tengah sekitar kurang lebih 15 tahun yang lalu saat dirinya masih menjabat sebagai Ketua DPRD Bangka Tengah. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat itu bersama Bupati Erzaldi berupaya keras agar pembangunan MAN IC dapat berdiri di Bangka Tengah.
“Sekitar tahun 2015 saya masih ingat hadir di sini sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bangka Tengah. Begitu antusiasnya kami semua ingin bersama-sama membantu MAN IC ini supaya berdiri di Kabupaten Bangka Tengah,” ucap Algafry.
Algafry menyampaikan rasa bangga karena saat ini MAN IC Bangka Tengah telah melahirkan lulusan angkatan ke-9 yang dinilai mampu menjadi generasi unggul dan berakhlak baik. Ia menekankan bahwa menghafal Al-Qur’an merupakan sesuatu yang sangat istimewa karena orang-orang yang berinteraksi dengan Al-Qur’an mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Swt.
“Orang yang menghafal Al-Qur’an, atas izin Allah Swt., memiliki keistimewaan tertentu. Karena itu, anak-anakku semuanya harus menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Jangan sampai kita menghafal Al-Qur’an hanya ingin dipanggil hafidz. Segala amal ibadah harus dilakukan dengan keikhlasan,” pesannya.
Ia turut menekankan bahwa buah dari menghafal Al-Qur’an adalah terbentuknya akhlak dan budi pekerti yang baik. Menurutnya, para penghafal Al-Qur’an harus mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kepada para orang tua, Algafry mengingatkan agar terus mendampingi dan mendoakan anak-anak mereka, terutama dalam menjaga salat dan membaca Al-Qur’an.
“Orang tua harus terus mengingatkan anak-anaknya untuk jangan lupa salat dan membaca Al-Qur’an. Dua itulah tugas utama yang harus dijaga,” kata Algafry.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di madrasah berbasis keislaman. Menurutnya, pendidikan agama yang kuat menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman.
Sementara itu, Ketua Angkatan IX Vantera Generation, Afrand Izzudin, dalam pidatonya mewakili para siswa menyampaikan rasa bangga sekaligus haru karena harus meninggalkan madrasah yang selama ini menjadi rumah kedua mereka.
“Hari ini terasa agak sedikit berbeda. Ada rasa bangga bisa sampai ke titik ini, ada juga rasa sedikit haru karena pada hari ini kami harus meninggalkan rumah kedua kami yang sudah kami tempati selama tiga tahun ini,” ungkap Afrand.
Ia mengatakan, para siswa datang ke MAN IC Bangka Tengah sebagai anak-anak biasa yang membawa mimpi dan harapan dari kampung halaman masing-masing. Namun, menurutnya, madrasah telah membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih kuat dan disiplin.
“Madrasah ini mengubah kami. Kami diajarkan arti perjuangan, disiplin, dan bangkit dari keterpurukan,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan terima kasih kepada para guru yang telah membimbing dan mendidik mereka dengan penuh kesabaran, serta para orang tua yang telah berjuang dan tidak pernah berhenti percaya kepada anak-anak mereka.
Kepada rekan-rekan seangkatannya, Afrand berpesan agar tetap menjaga persaudaraan dan terus melangkah meraih masa depan.
“Hari ini bukanlah akhir, tetapi babak baru bagi kita. Mari terus melangkah bersama dan semoga langkah kita selalu diiringi keberkahan Allah Swt.,” katanya.






















