Jakarta, Deteksipos– Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung resmi menghibahkan lahan seluas 2,7 hektar kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk dikelola Universitas Bangka Belitung (UBB). Lahan strategis di kawasan RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno ini akan menjadi pusat pengembangan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan.
Penyerahan hibah ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Badri Munir Sukoco, di Gedung D Kemendiktisaintek, Jakarta, Rabu (29/4).
Turut hadir dalam agenda tersebut Pj Sekda Babel Fery Afriyanto, Kepala Dinas Kesehatan yang juga Plt Direktur RSUD Soekarno dr Ria Agustine, Kepala Bakeuda Yunan Helmi, Kepala ESDM Reskiansyah, Plt Kepala Biro Hukum Andi Namandang, Rektor UBB Prof. Ibrahim, serta jajaran pimpinan UBB lainnya.
Gubernur Hidayat Arsani menegaskan, hibah lahan ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pendidikan tinggi dan pelayanan kesehatan di Bangka Belitung.
“Ini bukan sekadar hibah, tetapi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas SDM dan layanan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengembangan Fakultas Kedokteran UBB diharapkan mampu menjawab kebutuhan tenaga medis, khususnya dokter spesialis yang selama ini masih terbatas di daerah.
“Kita ingin ke depan Babel tidak lagi kekurangan dokter spesialis dan tenaga kesehatan profesional. Standar pelayanan kesehatan harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sekjen Kemendiktisaintek Prof. Badri Munir Sukoco mengapresiasi langkah Pemprov Babel yang dinilai sebagai dukungan konkret terhadap penguatan tridarma perguruan tinggi.
“Hibah ini menjadi modal penting bagi pengembangan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap UBB dapat mengelolanya secara optimal untuk mendorong inovasi dan kontribusi nyata bagi daerah,” katanya.
Rektor UBB Prof. Ibrahim menyampaikan, pembangunan fasilitas Fakultas Kedokteran akan dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan kemampuan anggaran.
“Lahan ini akan menjadi pusat pengembangan Fakultas Kedokteran yang terintegrasi, sekaligus mendukung fungsi RSUD Soekarno sebagai rumah sakit pendidikan,” ungkapnya.
Ke depan, seluruh aktivitas Fakultas Kedokteran UBB direncanakan terpusat di kawasan Air Anyir, seiring dengan penguatan status RSUD Soekarno sebagai rumah sakit pendidikan.
Langkah ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan kesehatan sekaligus memperkuat layanan medis bagi masyarakat Bangka Belitung.**





















