Bangka, deteksipos– Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, meminta Penjabat (Pj) Bupati Bangka yang baru, Jantani Ali, untuk berkomitmen penuh menyukseskan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) Pilkada Bangka tahun 2025.
Permintaan tersebut disampaikan Hidayat Arsani menyusul pergantian Pj Bupati dari Isnaini ke Jantani Ali. Isnaini diketahui kembali ditarik ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalankan tugas barunya.
“Saya minta Pj Bupati Bangka Jantani Ali yang menggantikan Isnaini mampu dan berkomitmen menyukseskan pilkada ulang 2025,” kata Hidayat saat ditemui di Sungailiat, Selasa (6/5/2025).
Ia menegaskan bahwa suksesnya pilkada ulang menjadi krusial, karena hasil pemungutan suara akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Bangka untuk lima tahun ke depan.
Pelaksanaan PSU sendiri telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka akan digelar pada 27 Agustus 2025. Hal ini merupakan tindak lanjut dari hasil Pilkada 2024 yang dinyatakan tidak sah.
Pilkada Bangka sebelumnya hanya diikuti oleh satu pasangan calon. Namun, hasil akhir menunjukkan kemenangan berada di pihak surat suara kosong, sehingga KPU wajib menggelar pemungutan suara ulang.
Gubernur Hidayat mengingatkan agar Pj Bupati Jantani Ali dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Bangka menjaga netralitas selama proses pilkada berlangsung.
“Netralitas ASN sangat penting. Jangan sampai ada yang bermain politik. ASN harus fokus pada pelayanan publik,” tegas Hidayat.
Ia menambahkan, bagi ASN yang terbukti terlibat dalam politik praktis, akan dikenakan sanksi sesuai aturan kepegawaian yang berlaku. Tidak ada toleransi bagi pelanggaran netralitas.
Selain itu, Gubernur juga mengimbau masyarakat Bangka yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) untuk menggunakan hak pilih mereka secara bijak dan sesuai dengan hati nurani.
“Partisipasi masyarakat sangat menentukan legitimasi hasil pilkada. Saya minta masyarakat jangan golput,” katanya.
Hidayat mengaku optimistis pelaksanaan PSU di Kabupaten Bangka dapat berjalan lancar, aman, dan tertib. Ia percaya penyelenggara pemilu di Bangka telah siap menghadapi tantangan ini.
Menurutnya, pilkada ulang bukanlah kemunduran, tetapi justru kesempatan untuk membuktikan kematangan demokrasi di tingkat daerah.
“Ini adalah momen pembelajaran. Dengan proses yang jujur dan transparan, hasilnya akan lebih diterima oleh semua pihak,” tambahnya.
Pemprov Babel, lanjut Hidayat, akan mendukung penuh semua kebutuhan teknis dan koordinasi yang dibutuhkan untuk memastikan PSU berjalan sesuai jadwal.
“Seluruh jajaran Pemprov akan membantu sesuai porsi dan kewenangannya demi kelancaran PSU di Bangka,” tutupnya. (*)























