Jakarta, Deteksi Pos – Gubernur DKI Jakarta menghadiri sekaligus menyaksikan langsung prosesi pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) se-DKI Jakarta di Balai Kota/Kantor Gubernur DKI Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi IKAMA DKI Jakarta untuk mempertegas arah organisasi. IKAMA tidak ingin hanya dikenal sebagai wadah silaturahmi dan pelestarian budaya Madura, tetapi juga tampil sebagai kekuatan sosial yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan dan pelayanan masyarakat di Ibu Kota.
Prosesi pelantikan diawali dengan pengucapan ikrar dan sumpah jabatan oleh jajaran pengurus DPW dan DPC IKAMA yang baru. Dalam ikrar tersebut, para pengurus menyatakan komitmennya untuk mempertahankan Pancasila dan UUD 1945, menjunjung tinggi adat dan budaya, menjalankan AD/ART organisasi, serta membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Salah satu pengurus yang resmi dilantik adalah H. Syafiuddin sebagai Ketua DPW IKAMA Provinsi DKI Jakarta.
Ketua Umum DPP IKAMA, H. M. Rawi, dalam sambutannya menegaskan bahwa IKAMA yang telah berdiri sejak 1974 terus berupaya memperkuat eksistensi dan kontribusinya di tengah masyarakat.
Menurut Rawi, tantangan organisasi masyarakat saat ini tidak cukup dijawab hanya dengan menjaga solidaritas internal. Organisasi harus mampu menerjemahkan kekuatan sosial tersebut menjadi program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“IKAMA tidak hanya menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi. Kita harus hadir untuk masyarakat dan ikut menjawab persoalan sosial yang ada,” tegasnya.
Pendidikan Jadi Pilar Utama
Salah satu bidang yang menjadi perhatian serius IKAMA adalah pendidikan. Rawi menyampaikan bahwa IKAMA telah menjalankan program pendidikan selama hampir empat dekade di Jakarta Utara.
Melalui lembaga pendidikan yang dikelola, mulai dari tingkat madrasah, SMP hingga SMK, IKAMA kini telah melayani ribuan peserta didik.
Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan tersebut menjadi bukti bahwa organisasi kemasyarakatan dapat mengambil peran strategis dalam membangun sumber daya manusia.
Karena itu, Rawi menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kebijakan Pemprov DKI Jakarta di bidang pendidikan, termasuk program sekolah swasta gratis dan bantuan pendidikan bagi masyarakat.
“Kami ingin terus bersinergi dengan pemerintah. Pendidikan adalah investasi utama untuk membangun sumber daya manusia,” ujarnya.
Gubernur Apresiasi Filosofi Masyarakat Madura
Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus DPW dan DPC IKAMA yang baru dilantik.
Gubernur juga memberikan apresiasi terhadap filosofi kehidupan masyarakat Madura yang menjunjung tinggi penghormatan kepada orang tua, guru, dan pemimpin melalui prinsip Bhu-Pha, Babu, Guru, Ratoh.
Menurut Gubernur, nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan kehidupan masyarakat Jakarta yang membutuhkan sikap saling menghormati, kepedulian, gotong royong dan solidaritas sosial.
“Nilai-nilai seperti menghormati orang tua, guru dan pemimpin menjadi modal sosial yang penting dalam membangun masyarakat,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memberikan pelayanan publik secara inklusif kepada seluruh warga tanpa membedakan latar belakang sosial, suku maupun daerah asal.
Di bidang pendidikan, Pemprov DKI tetap menjalankan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang menjangkau lebih dari 700 ribu siswa, Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), program sekolah swasta gratis, hingga kebijakan pemutihan ijazah bagi keluarga kurang mampu.
Selain itu, terdapat program LPDP Jakarta yang ditujukan untuk mendukung anak-anak berprestasi agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk ke luar negeri.
Sementara di sektor kesehatan, Pemprov DKI menyediakan pelayanan melalui 31 RSUD, 44 Puskesmas Kecamatan, ratusan Puskesmas Pembantu, serta dukungan kepesertaan BPJS bagi masyarakat.
IKAMA Minta Dukungan Ambulans
Salah satu bagian yang menarik perhatian dalam kegiatan tersebut adalah aspirasi IKAMA terkait dukungan fasilitas operasional untuk memperkuat pelayanan sosial kepada masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur DKI Jakarta menyatakan Pemprov DKI akan memfasilitasi pengadaan unit ambulans untuk masing-masing wilayah DPC IKAMA di lima wilayah kota administrasi DKI Jakarta.
Komitmen tersebut mendapat perhatian karena ambulans tidak hanya dipandang sebagai fasilitas organisasi, tetapi juga sebagai sarana pelayanan sosial yang dapat digunakan ketika masyarakat membutuhkan pertolongan.
Keberadaan ambulans diharapkan memperkuat respons IKAMA dalam membantu warga yang membutuhkan pelayanan kedaruratan, mobilisasi pasien maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.
Janji dukungan tersebut sekaligus memperlihatkan adanya ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.
Jika direalisasikan, fasilitas tersebut dapat menjadi instrumen konkret bagi IKAMA untuk membuktikan bahwa keberadaan organisasi bukan semata-mata soal jumlah anggota dan kekuatan solidaritas, melainkan juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat.
Dituntut Buktikan Peran Nyata
Di penghujung sambutannya, Gubernur mengajak seluruh jajaran IKAMA dan masyarakat Madura di Jakarta untuk menjaga soliditas serta kondusivitas Ibu Kota.
IKAMA juga didorong untuk terus membangun semangat gotong royong bersama pemerintah dalam merawat sekaligus membangun Jakarta.
Pelantikan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Pemprov DKI Jakarta, perwakilan DPRD Provinsi DKI Jakarta, tokoh agama, serta tokoh masyarakat Betawi dan Madura.
Momentum pelantikan akhirnya tidak berhenti pada seremoni pergantian atau pengukuhan kepengurusan. Ada ekspektasi lebih besar yang kini berada di pundak pengurus baru IKAMA DKI Jakarta.
IKAMA dituntut membuktikan bahwa organisasi masyarakat bukan sekadar kuat dalam jumlah, identitas dan solidaritas, tetapi juga mampu menghadirkan program yang konkret, membangun kemandirian warga, memperluas akses pendidikan dan kesehatan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan masyarakat.
Dengan semangat merawat budaya dan membangun Jakarta, IKAMA DKI Jakarta memasuki babak baru: menjaga identitas tanpa terjebak eksklusivitas, memperkuat persaudaraan tanpa kehilangan kepedulian sosial, serta menjadikan kekuatan komunitas sebagai energi untuk ikut membangun Jakarta. (*)























