Babel  

Pemkab Bangka Tengah Siapkan Antisipasi Dampak Kemarau, Fokus Jaga Produksi Pangan

Koba, Deteksipos – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bergerak cepat menindaklanjuti surat Menteri Pertanian RI Nomor: B-73/TI.050/M.03/2026 terkait antisipasi dampak musim kemarau terhadap sektor pertanian. Dalam surat tersebut, diprediksi musim kemarau 2026 berpotensi memicu kekeringan yang dapat memengaruhi produksi pangan nasional sehingga diperlukan langkah strategis sejak dini.

Sebagai respons, Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman bersama Wakil Bupati Efrianda, Sekda, serta jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Dinas PUPR Bangka Tengah menggelar rapat terbatas di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Bangka Tengah, Senin (16/3/2026).

Bupati Algafry menyampaikan bahwa pemerintah daerah mulai memperkuat langkah antisipasi seiring adanya indikasi penurunan curah hujan dalam beberapa waktu ke depan.

“Tadi kita sudah membahas tindak lanjut surat dari Menteri Pertanian. Kondisi cuaca harus kita antisipasi, karena pola hujan semakin berkurang dan diperkirakan puncak kemarau terjadi sekitar bulan Agustus,” ujarnya.

Ia menegaskan, perhatian khusus diberikan pada kawasan persawahan Namang dan Belilik yang menjadi sentra produksi padi di Bangka Tengah. Ketersediaan air menjadi faktor utama yang harus dijaga agar hasil pertanian tetap stabil.

“Wilayah Namang dan Belilik ini harus kita awasi betul, terutama soal pengairan sawah. Kita juga sudah mulai berkoordinasi dengan DPUTRP, bahkan kemungkinan kerja sama dengan BWS untuk penguatan sistem irigasi,” jelasnya.

Selain infrastruktur pengairan, Pemkab Bangka Tengah juga mendorong percepatan pola tanam agar petani dapat memanfaatkan waktu sebelum puncak musim kemarau.

“Kami minta Dinas Pertanian segera menginformasikan kepada petani agar mempercepat tanam. Namang sudah panen, jadi harapannya April ini sudah bisa tanam kembali,” tambahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *