Pangkalpinang, Deteksipos – PT Timah (Persero) Tbk terus memperkuat komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai program pengelolaan yang berkelanjutan di wilayah operasional.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan pelestarian ekosistem, baik di darat maupun di laut.
Di sektor darat, PT Timah menjalankan program reklamasi melalui penanaman dan penghijauan yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat serta pemerintah setempat.
Sementara di wilayah laut, perusahaan menggencarkan program reklamasi laut seperti pemasangan artificial reef, restocking biota laut seperti cumi dan kepiting bakau, penanaman mangrove, hingga pembangunan penahan abrasi untuk melindungi garis pantai.
Program tersebut tidak hanya bertujuan memulihkan lingkungan pascatambang, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat pesisir, terutama dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Selain itu, PT Timah juga memperkuat pengelolaan energi sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Sejumlah inisiatif dilakukan, di antaranya selective mining, efisiensi energi, substitusi bahan bakar fosil ke energi baru terbarukan (EBT), program PLNisasi di Site Mentok, penggunaan solar photovoltaic, serta penggantian lampu konvensional ke LED.
Upaya tersebut selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam penanganan perubahan iklim dan rehabilitasi ekosistem.
Akademisi sekaligus Ketua Yayasan Sayang Babel Kite, Indra Ambalika, menilai langkah perusahaan merupakan strategi penting dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
“Pemanfaatan sumber daya alam tetap diperlukan, tetapi harus diiringi upaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Ia menambahkan, program rehabilitasi laut yang dijalankan dinilai tepat dan berpotensi menjadi contoh pengelolaan lingkungan di kawasan pesisir.
Sementara itu, Camat Kundur Barat, Yusufian, menyebut program lingkungan PT Timah telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengurangi abrasi pantai melalui pembangunan penahan gelombang.
“Manfaatnya sangat dirasakan masyarakat, khususnya dalam melindungi wilayah pesisir dari abrasi,” jelasnya.
Melalui berbagai program tersebut, PT Timah menegaskan komitmennya untuk menjalankan praktik pertambangan berwawasan lingkungan, sekaligus berkontribusi menjaga keberlanjutan bagi generasi mendatang.**




















