Babel  

Ketua BPW GESID: Seleksi KPID Babel Adalah Refleksi Kualitas Demokrasi dan Integritas Publik

Pangkalpinang, Deteksi Pos–Proses seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang selesai pada 29 November menjadi momen penting yang tidak hanya menampilkan komisioner terpilih. Ketua BPW GESID Babel menilai proses ini sebagai cerminan kualitas demokrasi lokal serta kedewasaan lembaga publik dalam menjalankan aturan.

Ia mengamati proses seleksi sejak awal, bukan sekadar mengawasi, tetapi sebagai generasi muda yang merasa berkewajiban menjaga agar lembaga publik tetap berada dalam koridor yang benar. Di mata GESID, prosedur dan aturan adalah pilar utama demokrasi.

DPRD Provinsi Babel, khususnya Komisi I, diapresiasi karena mampu menjalankan mekanisme seleksi secara profesional dan transparan, serta tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Aspirasi publik dan catatan kritis GESID dapat diterima tanpa memicu konflik dan tetap mengutamakan nilai prosedural.

Menurutnya, lembaga publik yang kuat lahir dari proses seleksi yang teguh pada aturan, bukan berdasarkan kepentingan kelompok ataupun popularitas. Karena itu, komitmen Komisi I dalam menjalankan seluruh tahapan sesuai tata tertib adalah kabar baik bagi demokrasi daerah.

Ia juga memuji langkah DPRD Babel yang terbuka dan akuntabel terhadap harapan publik. Sikap seperti ini menjadi contoh bahwa lembaga legislatif bisa memimpin proses demokrasi dengan integritas dan tanpa tekanan. Nilai integritas ini, menurutnya, harus dijaga oleh semua lembaga publik.

 

Ia menegaskan bahwa kepercayaan publik sangat mudah runtuh jika prosedur tidak dijalankan dengan jelas. Karena itu, generasi muda harus mengambil peran aktif memastikan aturan dipatuhi. Demokrasi, menurutnya, bukan hanya slogan tetapi tindakan nyata.

Falsafah Melayu menyatakan aturan sebagai tiang penyangga dan pedoman hidup. Sebuah proses akan kehilangan reputasi jika berjalan tanpa aturan. Sebaliknya, ketika aturan dijunjung tinggi, kepercayaan publik tumbuh dan memunculkan kepemimpinan yang sehat.

Dalam konteks seleksi KPID, ia mengajak masyarakat melihat bahwa seleksi publik adalah proses pembelajaran dan penguatan nilai-nilai integritas, bukan sekadar prosedur administratif. KPID disebut sebagai lembaga penting yang mengawasi dunia penyiaran sebagai ruang pembentukan opini publik dan karakter bangsa.

Ia mengucapkan selamat kepada tujuh komisioner terpilih dan berharap mereka menjalankan amanah sesuai ketentuan perundang-undangan dan komitmen moral sebagai penjaga ruang informasi masyarakat.

Sebagai Ketua BPW GESID Babel, ia menegaskan bahwa GESID akan tetap menjadi bagian dari kontrol kritis yang konstruktif. Mereka akan terus mengawal agar lembaga publik mempraktikkan demokrasi yang sehat, transparan, dan berkeadilan.

Pada akhirnya, ia menegaskan bahwa aturan bukan sekadar teks hukum, tetapi kompas moral yang menentukan arah peradaban kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *