Agun Koletor Timah Ilegal Seolah Olah Kebal Hukum , Dia Merasa Sudah Berkordinasi .

Belitung Timur  Deteksipos.com – Dangan permasalahan korupsi PT timah di Kepulauan Bangka Belitung yang merugikan negara Rp 300 triliun sampai sekarang permasalahan ini belum selesai, dangan informasi yang kami dapat di lapangan masih ada kolektor timah ilegal yang beroprasi melakun  membeli timah di luar IUP PT timah.

Namun sampai sekarang mereka masih beroperasi tidak menggantungi izin di sekitar  jalan Gantung Penyu Kapampung Resaw Desa Gantung Kecamatan Gantung Kabupaten Belitung Timur informasi yang kami dapat dari salah satu narasumber yang enggan disebutkan namanya, benar adanya pembelian biji timah di luar IUP Timah. Agun sudah lama  melakukan pembelian biji timah di luar kawasan PT timah.

Kami selaku awak media melakukan Kompermasi menghubungi  salah satu pegawai PT Timah melalui sambungan telepon tidak mau disebutkan namanya.  kami dari PT Timah tidak melakukan pembelian di luar IUP PT Timah .Agun tidak mengsntungi izin ,  memang masih ada yang kerjasama dengan Pihak PT Timah,  hanya dua perusahaan PT DPW punyak Pak Junai  dan PT Service lover punya Pak Edi. Selain itu tidak ada , sekarang masih kosong pengurusan juga lama. Jelasnya .

Hasil temuan awak media di lapangan melihat adanya aktivitas meja goyang milik saudara Agun memang sudah lama melakukan pembelian biji timah ilegal di luar IUp PT Timah.

“Agun saat dikonfirmasi oleh awak media membenarkan dia sudah lama membeli biji timah ilegal di jalan gantung penyu Kampung Resaw Desa Gantung  kecamatan gantung kabupaten Belitung Timur Dia Merasa Sudah melakukan Kordinasi . Jelas Agun.

Anehnya sampai sekarang meja goyang saudara Agun tidak tersentuh oleh aparat penegak hukum, seakan-akan aparat penegak hukum tutup mata dengan adanya aktivitas, pembelian biji timah ilegal di kawasan hukum Polsek gantung dan polres Belitung Timur.

Sampai saat ini berita diturunkan aparat penegak hukum Kapolsek gantung dan Kapolres Belitung Timur belum kita konfirmasi. ( Arkas )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *