Pangkalpinang, Deteksi Pos – Untuk mewujudkan pembangunan daerah yang berorientasi pada hasil, sinergitas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) dengan Kabupaten/Kota sangatlah penting untuk menunjukkan tingkat akuntabilitas dalam pelaksanaan kebijakan. Pj Sekretaris Daerah Kep. Babel, Fery Afriyanto, mewakili Pj Gubernur Kep. Babel Safrizal ZA, menyampaikan hal ini dalam pembukaan Rapat Koordinasi Pembangunan Daerah dan Mapping Potensi dan Kawasan Strategis Pariwisata se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2024, di PIA Hotel, Pangkalpinang, Rabu (15/5/2024).
Fery menyatakan, “Bangka Belitung memiliki peran strategis dalam pengembangan pariwisata nasional di masa depan. Harapannya, terjadi kolaborasi harmonis antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pembangunan pariwisata daerah.”
Rakor yang diselenggarakan oleh Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri RI ini mengungkapkan bahwa penyusunan kawasan strategis di Kep. Babel sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 26 tahun 2007 tentang Kawasan Strategis Nasional. Fery menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo telah mendukung penuh pengembangan Destinasi Pariwisata Nasional Bangka Belitung dengan menetapkan Peraturan Presiden Nomor 17 tahun 2024. Hal ini sebagai upaya mempercepat pengembangan destinasi pariwisata di wilayah tersebut.
Kep. Babel dituntut untuk menunjukkan keseriusannya dalam merencanakan dan mengusulkan lokasi yang berpotensi sebagai kawasan pariwisata strategis di tingkat nasional. Hal ini akan mendapatkan dukungan dana prioritas dari pemerintah pusat dengan total kucuran dana sebesar Rp499 triliun.
Fery menekankan pentingnya rapat koordinasi ini sebagai momen penting untuk membangun sinergi yang kuat antara provinsi dan kabupaten/kota dalam merealisasikan target pembangunan daerah. Ini juga sebagai wujud tanggung jawab kepada masyarakat dalam pelaksanaan anggaran pembangunan di Kepulauan Bangka Belitung dengan mengoptimalkan penggunaan anggaran secara ekonomis, efektif, dan efisien.
Pembukaan rapat koordinasi ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Direktur Kawasan Perkotaan dan Batas Negara Kemendagri yang diwakili oleh Meilina Rosida, Direktur Manajemen Strategis Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf Indra Ni Tua, dan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB Nizwan Zukhri. (**)






















