Bangka, Deteksi Pos — Dalam rangka menyambut Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah, Arinda Unigraha, Pemuda Green Leadership Indonesia sekaligus Ketua Komunitas Peduli Lingkungan BECAK-BABEL, kembali menginisiasi pelaksanaan program Qurban Minim Sampah Plastik di Masjid Kayu Al-Bina, Desa Sempan, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk dukungan terhadap Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Idul Adha Tanpa Sampah Plastik. Dalam pelaksanaannya, program ini menggandeng berbagai pihak seperti Bank Indonesia Perwakilan Bangka Belitung dan PT Mitra Karya Lestari yang masing-masing menyerahkan satu ekor sapi sebagai hewan kurban.
Kegiatan penyembelihan dan distribusi daging qurban ini juga melibatkan puluhan relawan dari komunitas BECAK-BABEL, BKPRMI Bangka, dan Mitra Karya Lestari (MKL) sebagai panitia pelaksana.
Arinda Unigraha menyampaikan bahwa program ini telah dijalankan secara konsisten sejak tahun 2019 dan kini memasuki tahun keenam pelaksanaannya. “Alhamdulillah, kami tetap istiqamah menjalankan program ini sebagai upaya konkret mendukung gerakan pengurangan sampah plastik, sejalan dengan tema global tahun ini yaitu Ending Plastic Pollution,” ujar Arinda.
Ia menjelaskan bahwa perubahan sederhana dalam pelaksanaan qurban dapat memberikan dampak besar bagi lingkungan. “Kami mengganti penggunaan kantong plastik sekali pakai dengan alternatif ramah lingkungan seperti daun jati, daun pisang, besek bambu, atau wadah plastik yang dapat digunakan kembali. Selain itu, kami menyediakan fasilitas pemilahan sampah di lokasi, serta mengedukasi masyarakat melalui tim kampanye lingkungan yang disiapkan khusus selama pelaksanaan qurban,” tambahnya.
Sebagai Pemuda Pelopor Bidang Lingkungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Arinda juga menekankan pentingnya pengelolaan limbah kurban secara bijak dan tidak mencemari lingkungan sekitar, khususnya aliran sungai.
“Perayaan Iduladha tidak hanya menjadi momen ibadah dan syiar Islam, tetapi juga harus menjadi sarana menjaga kelestarian lingkungan sesuai dengan ajaran agama yang mencintai kebersihan dan keseimbangan alam,” ujarnya.
Lebih lanjut, Arinda mendorong pemerintah daerah untuk mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan ini secara lebih luas. “Kami berharap program Qurban Minim Sampah Plastik ini dapat diadopsi secara masif oleh panitia qurban di masjid-masjid seluruh Bangka Belitung, sehingga lonjakan sampah plastik saat lebaran dapat ditekan secara signifikan,” pungkasnya.





















