Pangkalpinang, Deteksi Pos – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai Gedung Balai Besar Betason, Selasa (17/6/2025), saat TK Negeri Pembina 4 Pangkalpinang menggelar Pentas Seni sekaligus acara pelepasan siswa.
Acara ini tak hanya jadi ajang unjuk bakat para siswa, tetapi juga momen nostalgia. Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, yang diwakili oleh Ahmad Subekti, hadir dan mengenang perjalanan awal berdirinya TK yang kini jadi kebanggaan warga Tamansari.
Subekti menceritakan, TK Negeri Pembina 4 pertama kali berdiri atas prakarsa Zulkarnain Karim (almarhum), Wali Kota Pangkalpinang saat itu. Kala itu, Subekti masih menjabat sebagai Camat Tamansari.
“TK ini dulu berdiri di belakang Mapolsek Tamansari, memanfaatkan bekas kantor lurah karena sulit sekali mencari lahan kosong. Tapi alhamdulillah, Pak Zul sangat mendukung,” ungkap Subekti di hadapan para orang tua dan undangan.

Ia menyebutkan, Zulkarnain memiliki visi agar setiap kecamatan memiliki satu TK Negeri. Gagasan itu langsung disambut baik oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, dari niat baik itu, TK ini terus berkembang hingga jadi kebanggaan kita semua. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung,” tuturnya.
Dalam sambutannya, Subekti juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru yang telah dengan sabar mendidik anak-anak usia dini.
“Mendidik anak-anak kecil itu bukan hal mudah. Perlu kesabaran, cinta, dan keteladanan. Kami sangat menghargai dedikasi para guru TK Pembina 4,” ujarnya.

Ia berharap anak-anak lulusan TK Negeri Pembina 4 kelak tumbuh menjadi generasi emas yang berakhlak baik dan membanggakan orang tua.
“Semoga mereka menjadi anak-anak yang cerdas, sopan, dan membawa manfaat di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, pentas seni berlangsung meriah. Para siswa menampilkan beragam pertunjukan mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, hingga drama sederhana. Tawa, tepuk tangan, hingga air mata haru dari para orang tua mewarnai jalannya acara.
Tak sedikit orang tua yang mengabadikan momen ini lewat kamera ponsel. Suasana kekeluargaan begitu terasa, menjadi penutup manis tahun ajaran yang penuh perjuangan. (man)




















