Aktivitas Penggorengan Mitra PT. Timah Diduga di Luar Kawasan Industri

Muntok, Deteksi Pos – Keberadaan aktivitas penggorengan pasir timah yang diduga mitra PT. Timah, di Dusun II Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat, berdekatan dengan pemukiman masyarakat, hanya berjarak lebih kurang 30 meter.

Hal ini bertolak belakang dengan yang disampaikan Ridwan Djamaludin Direktur Jendral Minerba dan Batubara, kepada Tempo. Senin, (20/02) aktivitas penggorengan pasir timah jika berada di pemukiman warga, diduga tidak memiliki izin lingkungan, tidak sesuai dengan tata ruang harus ditutup.

“Segala bentuk kegiatan bisnis industri penggorengan harus memiliki izin yang sudah ditetapkan pemerintah dan harus beraktivitas dikawasan industri atau disemelternya,” dikutip dari Tempo co.id.

KS warga Belo Laut Dusun ll Desa Belo Laut menuturkan, tempat penggorengan pasir timah itu sangat berdekatan dengan rumah kami.

“Memang keberadaan aktivitas penggorengan pasir timah yang kami duga milik mitra PT.Timah berada dekat rumah saya,” keluhnya.

lebih lanjut ditambahkan nya, ” hal itu menurut aturan dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melarang bisnis penggorengan pasir timah di Provinsi Bangka Belitung yang beraktivitas diluar kawasan industri, karena dampak negatif dari aktivitas kegiatan ini sangat berdampak sekali bagi warga sekitar, kita selaku warga minta kepada aparat terkait, segera menindak lanjuti masalah ini, ” harapnya.

Sementara salah seorang pekerja penggorengan yang diduga mitra PT. Timah di Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat, ketika ditemui awak media Rabu, (22/02) sekitar pukul 15.00 wib, dilokasi penggorengan mengatakan,

“Kita disini cuma pekerja mas, kalau ada barang masuk kita kerjakan, kalau tidak ada yang ngantar bijih bijih timah kita nganggur, sampai saat ini kita masih beraktivitas cuma barang yang datangnya tidak tentu, ” jelas nya.

Tidak hanya KS yang merasa resah kepada pengusaha pemilik penggorengan pasir timah tersebut, beberapa warga sekitar juga merasa resah.

Namun warga sekitar lokasi penggorengan pasir timah itu sangat bersyukur, aparat desa Belo Laut sudah memberikan peringatan kepada pemilik untuk memindahkan lokasi usahanya ke kawasan industri.

Loading

Penulis: Zul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *