Foto : Ilustrasi
Sungailiat, Deteksi Pos – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung Ervawi S.Pd, M.Pd mengaku tidak ada masalah didalam dugaan pungli di SMKN 2 Sungailiat.
Hal itu disampaikan oleh Ervawi kepada Deteksi Pos pada Jumat malam (17/2/2023) melalui pesan whatsapp. Menurut Ervawi, kasus itu tidak ada masalah di SMKN 2 Sungailiat.
“Wa’alaikum salam Pak, tidak ada masalah Pak,” jawab Ervawi.
Padahal pengakuan Ervawi itu bertolak belakang dengan kenyataan dilapangan. Pasalnya kalau tidak ada masalah tidak mungkin Kepala Sekolah SMKN 2 dan dua orang guru dimintai keterangan oleh penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Bangka.
Sementara Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Bangka Hendri memilih bungkam sewaktu dikonfirmasi Deteksi Pos. Belum diketahui apa sebabnya Kacabdin Bangka itu lebih memilih bungkam, apakah dirinya ikut terlibat.
Sementara itu Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Bangka Noviansyah menyampaikan pihak kejaksaan sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan ada tidaknya tindakan pidana didalam pungli itu. Saat ini penyidik baru meminta keterangan Kepala Sekolah dan dua guru SMKN 2 Sungailiat.
“Baru lidik untuk mencari peristiwa pidananya, apakah ada atau tidak tergantung hasil penyelidikan nanti, saat ini penyidik baru meminta keterangan kepsek SMKN 2 Sungailiat dan dua orang guru,” ungkap Noviansyah.
Dirilis dari intrik.id, beredar kabar adanya dugaan Pungutan Liar ( Pungli ) kegiatan Basic Safety Training ( BST ) dan Praktek Kerja Industri di SMKN 2 Sungailiat.
Kepala SMKN 2 Sungailiat Tego menyebutkan pihak Kejaksaan Negeri Bangka sudah mendatangi pihak sekolah, Rabu (15/2/2023).
“Awal pihak kejari sudah ke sekolah, saya waktu itu tidak ada kerumah sakit dan ketua panitia BST pak Hendra tidak ketemu. Yang nemui humas pak arif tujuannya mungkin terkait laporan,saat itu minta data tidak dapat saya dipanggil pihak kejari, waktu itu saya sendiri dimintai keterangan,” pungkasnya.























