Wartawan dan Kebenaran

Foto : Ilustrasi

Oleh: Mang Herman Saleh

Pangkalpinang, Deteksi Pos -Apa itu wartawan? Sebutan lain Wartawan yaitu Jurnalis, Pewarta, Reporter. Pengertian Wartawan menurut Mbah google adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur.

Dahulu sewaktu Mamang masih sekolah , Mamang sering membaca berita di beberapa Harian Cetak atau dalam bahasa lain disebut Surat Kabar. Waktu itu belum ada yang dinamakan Online atau News. Semua media itu masuk dalam katagori media cetak.

Berita – berita yang Mamang bacakan itu hampir 100 persen benar, kalau istilah sekarang itu tidak Hoax, mohon maaf waktu itu istilah Hoax itu belum muncul.

Sewaktu Mamang mulai belajar menjadi Wartawan, Mamang dikasih kursus oleh media tempat Mamang bekerja selama Dua Minggu
dan selesai kursus Mamang belum diangkat menjadi wartawan, Mamang baru ditempat kan di sebuah Pemerintah Kota dengan Jabatan Wartawan magang selama Enam bulan.

Usai magang selama Enam bulan, baru diangkat menjadi wartawan dan saat itu setiap hari harus menyetor berita minimal Tiga berita perhari. Semua berita yang kita kirim ke redaksi itu adalah berita benar.

Namun redaksi tempat Mamang berkerja selalu memilah berita yang disampaikan, kalau berita yang membahayakan, walau itu benar, tidak akan dimuat.

Alasan redaksi, berita yang disampaikan itu membahayakan diri Mamang sendiri, jadi redaksi itu sudah mempunyai pertimbangan mana berita yang membahayakan, mana yang tidak membahayakan.

Setelah Mamang Tua, Mamang melihat profesi Wartawan ini banyak disalahgunakan. Mengapa Mamang sebut banyak disalahgunakan, padahal profesi Wartawan itu mulia.

Wartawan atau Kolektor

Ada bahasa yang menggelitik yang Mamang gunakan dalam tulisan ini, bahasa Wartawan atau Kolektor. Mungkin pembaca agak heran, mengapa Mamang menyebut Wartawan atau Kolektor, Mamang tidak menyebut Wartawan itu sama dengan Kolektor.

Pernah suatu hari Mamang kerumah teman, sama berprofesi sebagai Wartawan juga. Saat tiba di rumah teman itu (maaf nama tidak disebutkan), Mamang bertanya dengan seorang Anak kecil anak teman Mamang itu.

” Bapak ada di rumah? Anak kecil itu menjawab tidak, Ayah saya sudah pergi menagih duit,” jawabnya.

Mamang heran, kok Anak kecil ini bilang Ayahnya pergi menagih duit. Mamang tanya lagi, pergi dengan apa Bapaknya? Anak kecil itu menjawab dengan mobil kantor.

Kemudian Mamang tanya lagi mengapa Adek kecil sebut Ayahnya pergi nagih duit? Iya lah karena Ayah bilang tadi, Ayah pergi nagih duit dan Ayah kalau pulang bawa duit, kata Anak kecil tadi.

Padahal Mamang tau teman Mamang tadi pergi ketambang – tambang dengan mobil rental (maaf bukan mobil kantor) dan Mamang tau kalau ketemu tambang, pasti yang punya tambang itu ngasih duit.

Mamang heran, mengapa teman Mamang membohongi anaknya sendiri dengan mengatakan pergi nagih duit ( kolektor ) dan mengatakan bahwa mobil yang digunakan itu mobil kantor, padahal mobil rental.

Dugaan Berita Pesanan

Mengapa Mamang menyebut ada dugaan berita pesanan yang diterbitkan. Disini Mamang sedikit mengupas beberapa kejadian yang viral ahir – ahir ini.

Beberapa rilis berita dari suatu kelompok masuk ke grup WA atau masuk ke grup redaksi meminta ditayangkan. Padahal berita – berita itu kalau kita edit, atau kita seleksi tanpa konfirmasi kepada nara sumber atau bisa dikatakan berita sepihak.

Ada juga yang bertanya kepada Mamang, kemarin setelah membaca sebuah berita yang isinya mengkonter berita media lain. “Bang..pusing saya Bang, kok ada berita seperti ini muncul” .

Lantas Mamang jawab, “Dinda..itu diduga berita bayaran,” jawab Mamang.

Yang bertanya kepada Mamang tadi kirim stiker ketawa.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *