Bangka, Deteksi Pos – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka menggelar peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024 di halaman Kantor DLH Bangka, Kamis (19/2).
Kegiatan peringatan HPSN tersebut dihadiri oleh Pj Bupati Bangka M Haris, unsur Forkominda dan para kepala dinas.
Kepala Dinas LH Bangka Ismir Rachmaddinanto mengatakan bahwa permasalahan sampah merupakan permasalahan serius terutama limbah sampah plastik. Untuk itu harus ditangani dengan cara yang bijak dan produktif, untuk itu dibutuhkan kerjasama semua pihak baik stakeholder, OPD, sekolah dan masyarakat untuk berperan aktif dalam mengatasi permasalahan sampah ini.
“Selain mensosialisasi dan mengkampanyekan mengalahkan limbah sampah plastik serta untuk memanfaatkan limbah sampah plastik sehingga menjadi barang yang berguna.Dengan tujuan menjadikan limbah plastik menjadi barang yang menghasilkan nilai ekonomi yang produktif dengan mengubah sampah menjadi barang yang bernilai,” ujar Ismir.
Ismir juga menyampaikan, perlu kita sadari bersama bahwa permasalahan sampah ini jika tidak ditangani dengan serius tidak hanya menjadi ancaman bagi lingkungan tetapi juga dapat mengancam jiwa.
“Awal diperingatinya HPSN bermula terjadinya tragedi TPA Leuwigajah Kabupaten Cimahi Jawa Barat pada 21 Februari 2025, dimana terjadi longsoran sampah yang mengakibatkan 157 orang meningal dunia,” pungkasnya.
Dan peristiwa itu terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan ledakan gas metana pada tumpukan sampah. Tidak hanya 157 nyawa melayang, 2 kampung Cilimus dan Pojok hilang dari peta karena tergulung longsoran sampah yang berasal dari TPA Leuwigajah. Untuk itulah persoalan sampah ini menjadi persoalan serius bagi kita,dengan peringatan HPSN ini mari kita atasi sampah dengan produktif.
Sementara itu, Pj Bupati Bangka M Haris mengajak kepada semua pemangku kebijakan daerah, pelaku dunia usaha, dunia pendidikan dan seluruh masyarakat di daerah untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya pengamalan hidup sadar sampah.
“Mari kita secara bersama-sama tangani masalah sampah sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan. Minimal melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, baik dari rumah kita, dari kantor dan sekolah-sekolah,” ujarnya.
M Haris juga mengajak seluruh pihak untuk terus mengkampanyekan gerakan peduli sampah ini dimulai dari lingkungan terdekat yakni keluarga. Agar penanganan sampah dapat dimulai dari sumbernya, sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA bisa berkurang.
“Contoh kecil ajarkan anak dan keluarga kita memilah sampah yang dapat terurai oleh tanah dengan sampai tak terurai. Ini sangat membantu sekali dalam prores pengamanan dan pengelolaan sampah,” pungkasnya.
Penulis : Zaza






















