Foto : Tambang Timah Ilegal di Sekitar Jalan ke arah Pantai Takari (Foto : dokumentasi)
Sungailiat, Deteksi Pos – Mengejutkan, beberapa ponton penambangan timah ilegal terlihat merambah kawasan hutan lindung pantai Pantai Takari yang terletak di Desa Rebo, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.
Kawasan Hutan Lindung yang dikenal dengan nama Pantai Takari ini telah menjadi tujuan wisata favorit baik pengunjung lokal maupun nasional.
Sayangnya, tidak jauh dari lokasi obyek wisata tersebut kini telah menjadi korban aktivitas penambangan timah ilegal yang dilakukan oleh penambang tanpa izin.
“Hal ini jelas menimbulkan kerusakan parah pada kawasan hutan lindung Pantai Takari yang menjadi tempat favorit wisatawan lokal maupun nasional,” kata sumber rahasia, Jumat, (28/8)
Sumber tersebut mengungkapkan, pelaku tambang timah ilegal di Pantai Takari merupakan warga sekitar Kecamatan Sungailiat. Namun koordinasi dan pengawasan terhadap kegiatan tersebut nampaknya melibatkan banyak pihak.
“Kalau penambangan timah dilakukan warga sekitar, koordinasinya dilakukan asing,” kata sumber tersebut seraya menekankan perlunya menjaga kerahasiaan identitas mereka.
“Di balik itu, sepertinya ada keterlibatan pihak-pihak tertentu. Tanpa dukungan tersebut, kecil kemungkinan mereka berani mengeksploitasi hutan lindung pantai sedemikian rupa. Informasi ini baru terungkap dalam seminggu terakhir, menandakan aktivitas mereka baru-baru ini,” tambah sumber tersebut.
Lebih lanjut, sumber tersebut menyebutkan, di lokasi penambangan, pemilik ponton penambangan timah ilegal tersebut membayar fee kepada seseorang inisial A.
“Para penambang membayar retribusi sebesar puluhan ribu rupiah per kilogram timah kepada terduga A tersebut. Dalam satu ponton, mereka menghasilkan bijih timah dengan jumlah bervariasi, mulai dari 25 kilogram hingga 50 kilogram setiap harinya,” jelas sumber tersebut.
Sementara itu, KPH Sigambir Kotawaringin Alexander Ichsan mengucapkan terima kasih atas informasi tersebut dan meyakinkan bahwa pihaknya akan menyelidiki lokasi yang dilaporkan.
“Kami mengapresiasi informasi yang diberikan, dan kami akan melakukan patroli ke wilayah tersebut” jawab Alexander Ichsan dari Departemen Kehutanan. (J.pasaribu)






















