Caption: Pelajaran Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) bertema “Perkenalan Makanan Ringan Khas Betawi”.
Jakarta, Deteksi Pos – Suasana SDN Serdang 11, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, mendadak meriah bak festival kuliner dan pesta adat Betawi. Siswa kelas 1A menghadirkan pengalaman belajar berbeda melalui kegiatan Pelajaran Lingkungan dan Budaya Jakarta (PLBJ) bertema “Perkenalan Makanan Ringan Khas Betawi”, Sabtu (31/10/2026).
Kegiatan edukatif ini menjadi cara kreatif untuk mengenalkan kekayaan kuliner dan pakaian adat tradisional Betawi kepada anak-anak sejak usia dini. Tidak sekadar belajar melalui buku pelajaran, para siswa diajak mengenal langsung berbagai makanan khas Jakarta sekaligus memahami warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Betawi.
Beragam jajanan tradisional, mulai dari kue pepe yang kenyal dan manis, biji ketapang yang gurih, hingga kembang goyang yang renyah, tersaji dengan menarik.
Anak-anak tampak antusias melihat, memegang, hingga mencicipi aneka makanan tradisional yang selama ini mungkin hanya mereka kenal melalui gambar di buku pelajaran.
Kejutan istimewa membuat kegiatan PLBJ kelas 1A semakin semarak. Melalui inisiatif dan kerja sama kreatif para orang tua murid, pedagang es doger dan kue rangi didatangkan langsung ke lingkungan sekolah lengkap dengan gerobak dagangannya.
Kehadiran gerobak asli tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para siswa. Mereka terlihat bersorak gembira dan mengantre untuk menikmati jajanan khas Betawi, sembari menyaksikan langsung proses pembuatan kue rangi tradisional.
Suasana belajar pun terasa lebih hidup. Anak-anak tidak hanya mengenal nama dan bentuk makanan, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana kuliner tradisional Betawi dibuat dan disajikan.
Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memberikan kesan mendalam bagi para siswa.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya sepasang pengantin Betawi cilik yang diperankan oleh ananda Al Fathan dan Queenby.
Keduanya tampil menawan mengenakan pakaian adat lengkap khas Betawi. Penampilan mereka sukses mencuri perhatian dan menghadirkan suasana layaknya pesta pernikahan tradisional di tengah lingkungan sekolah.
Dengan wajah ceria dan balutan busana adat yang khas, Al Fathan dan Queenby menjadi simbol kecil dari upaya mengenalkan budaya Betawi kepada generasi penerus.
Kegiatan ini sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk melihat secara langsung pakaian adat tradisional Jakarta, sehingga mereka dapat mengenal dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerahnya.
Kesuksesan kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah.
Kepala Sekolah SDN Serdang 11, Rusmaini Pandiangan, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan edukatif yang dikemas secara kreatif dan menyenangkan.
Apresiasi serupa disampaikan Wali Kelas 1A, Eti Nurlaela, yang mengungkapkan rasa haru dan terima kasih kepada seluruh orang tua murid atas dukungan serta kerja sama yang diberikan.

Menurutnya, kekompakan dan partisipasi aktif para orang tua menjadi salah satu kunci keberhasilan kegiatan tersebut.
Pihak sekolah turut menyampaikan doa agar segala kebaikan, tenaga, waktu, dan pengorbanan para orang tua murid menjadi amal kebaikan, serta dibalas dengan limpahan rezeki yang berkah, kesehatan, dan kebahagiaan bagi seluruh keluarga.
Kegiatan PLBJ kelas 1A SDN Serdang 11 menjadi bukti bahwa pembelajaran budaya dapat dikemas secara kreatif, interaktif, dan menyenangkan.
Melalui pengalaman langsung, anak-anak tidak hanya mengenal makanan ringan khas Betawi dan pakaian adat tradisional, tetapi juga belajar menghargai kekayaan budaya lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya budaya populer, pengenalan tradisi lokal sejak usia dini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap identitas budaya Jakarta.
Kegiatan tersebut pun bukan sekadar membuat anak-anak kenyang dan gembira. Lebih dari itu, pembelajaran ini menjadi ruang edukasi yang mempererat hubungan antara siswa, guru, dan orang tua.
Dengan cara sederhana namun penuh makna, SDN Serdang 11 menunjukkan bahwa menjaga warisan budaya tidak harus selalu melalui kegiatan besar. Cukup dengan mengenalkan makanan tradisional, pakaian adat, dan nilai-nilai budaya kepada anak-anak, upaya melestarikan identitas Betawi dapat dimulai sejak bangku sekolah dasar. (*)























