Tanggulangi PMK, Bupati Algafry : Ternak Sapi di Bateng Wajib Vaksin

Koba, Deteksi Pos – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) menggelar kick off vaksinasi booster Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tahun 2023 dan penyerahan secara simbolis penerima bantuan darurat PMK Tahun 2022 Bateng di Kandang Kelompok Tani Sejahtera Desa Belimbing, Kecamatan Lubuk Besar.

PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang hewan berkuku belah antara lain sapi, kerbau, kambing, domba dan babi dengan tingkat penularan mencapai 100% dengan kerugian ekonomi sangat tinggi.

Penyakit ini mempunyai tanda klinis seperti demam tinggi 39 sampai 41 derajat celcius, keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak nafsu makan, pincang, luka pada kuku kaki dan diakhiri dengan lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, nafas cepat, bobot badan menurun secara drastis (15%).

Bupati Bateng, Algafry Rahman yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi PMK, antara lain melalui kegiatan sosialisasi tentang PMK kepada para peternak, disinfeksi sarana prasarana kandang serta vaksinasi PMK.

“Jumlah realisasi vaksin PMK di Bateng merupakan yang terbanyak di Provinsi Bangka Belitung yaitu sekitar 32% dari total realisasi pelaksanaan kegiatan. Kegiatan vaksinasi PMK tahun 2022 telah dilakukan di 6 kecamatan di Bangka Tengah dengan realisasi vaksin sebanyak 6.078 dosis,” jelasnya.

Algafry juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan ternak sapi yang belum mendapatkan vaksinasi PMK ke Posko penanganan PMK agar dapat di data untuk segera mendapatkan vaksinasi.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, Sajidin mengatakan selain membuka kegiatan kick off vaksinasi booster PMK, pihaknya juga melakukan penyerahan secara simbolis penerima bantuan darurat PMK tahun 2022 Kabupaten Bangka Tengah.

“Bantuan ini merupakan pergantian sapi atau pemilik ternak yang harus dipotong bersyarat dan mati karena terserang wabah PMK di Kabupaten Bangka Tengah,” ujarnya.

Lebih lanjut Sajidin mengatakan, di Tahun 2022 lalu total sebanyak 19 peternak mendapatkan bantuan darurat PMK, dengan rincian 1 ekor sapi diganti dengan dana senilai Rp10 juta rupiah.

Di Kabupaten Bangka Tengah terdapat 23 ekor sapi yang harus dipotong bersyarat atau mati sehingga total dana bantuan sebesar Rp230 juta,” ungkapnya.

Dengan adanya bantuan darurat PMK ini, Sajidin berharap dapat membantu peternak yang mengalami kerugian akibat terdampak wabah PMK.

“Semoga kegiatan vaksinasi PMK 2023 dapat berjalan lancar dan apa yang kita lakukan dapat memberikan manfaat bagi kita semua serta dapat mencegah penyebaran PMK di Bangka Tengah,” harap Sajidin. (**)

 

 

Loading

Penulis: man

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *