Pangkalpinang, DeteksiPos – Lebih dari 1.000 peserta didik di Kota Pangkalpinang menerima bantuan perlengkapan sekolah dan biaya personal pendidikan dari pemerintah kota, Sabtu (26/9/2026).
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis di Stadion Depati Amir Pangkalpinang dan dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna.
Penerima bantuan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga pendidikan nonformal kesetaraan.
Adapun bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah, seperti seragam dan tas, serta uang tunai yang disimpan dalam tabungan pendidikan masing-masing peserta didik.
Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, mengatakan program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam membantu memenuhi kebutuhan belajar anak-anak sekaligus merealisasikan janji kepada masyarakat.
“Kita sebenarnya juga memenuhi janji kita kepada masyarakat Pangkalpinang untuk menyediakan peralatan belajar kepada anak-anak kita,” kata Saparudin.
Ia menjelaskan, bantuan tidak hanya berupa perlengkapan sekolah. Pemerintah juga menyediakan biaya personal pendidikan agar peserta didik dapat memenuhi kebutuhan belajar lainnya secara bertahap.
“Jadi tadi tidak hanya peralatan, tapi kita ada berikan juga uang tunai yang dimasukkan ke dalam tabungan, buku tabungan mereka, supaya mereka bisa diambil sedikit-sedikit untuk keperluan belajar mereka,” ujarnya.
Saparudin berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan semangat belajar peserta didik sehingga mereka semakin termotivasi untuk meraih cita-cita.
Ia juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan dana dalam tabungan pendidikan sesuai kebutuhan sekolah.
“Kami berharap anak-anak kita dapat belajar lebih baik lagi, lebih semangat lagi, dan kami juga titip uangnya dibelikan perlengkapan anak-anak kita,” katanya.
Salah satu penerima bantuan, Yunasril, siswa kelas 1 SMP Negeri 3 Pangkalpinang, mengaku senang mendapatkan bantuan dari pemerintah kota.
“Alhamdulillah senang, terima kasih pak Wali sudah membantu,” kata Yunasril.
Ia berencana menggunakan dana dalam tabungan tersebut secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan dan perlengkapan belajar.
Selain penyerahan bantuan pendidikan, Pemkot Pangkalpinang juga meluncurkan buku sejarah dan budaya lokal yang diperuntukkan bagi peserta didik jenjang SD.
Buku tersebut disusun oleh para guru di Kota Pangkalpinang sebagai upaya mengenalkan sejarah, budaya, dan tradisi daerah kepada generasi muda.
Saparudin menilai pemahaman terhadap sejarah lokal penting agar anak-anak mengenal identitas daerahnya sekaligus menjadikannya bekal dalam menghadapi masa depan.
“Jangan lupakan sejarah. Sejarah itu penting dan jadikan itu pengalaman yang berharga untuk menatap masa depan lebih baik,” ujarnya.
Ia berharap buku tersebut dapat menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap budaya dan lingkungan daerahnya. Selain itu, peluncuran buku ini diharapkan menjadi motivasi bagi para guru untuk terus menghasilkan karya yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.
“Tentunya guru harus menjadi salah satu ujung tombak dari mutu pendidikan di sekolah-sekolah kita,” kata Saparudin. (*)























