Pangkalpinang, Deteksi Pos– Upaya berkelanjutan PT Timah Tbk dalam melaksanakan reklamasi laut di Bangka Belitung dan Kepulauan Riau menjadi bukti nyata perhatian perusahaan terhadap kelestarian lingkungan. Sejak 2016 hingga 2024, ribuan artificial reef dan fish shelter telah ditenggelamkan, berfungsi sebagai habitat baru yang mendukung pertumbuhan biota laut.
Program ini juga diperkuat dengan transplantasi karang, penanaman mangrove, serta restocking kepiting bakau. Pada semester pertama 2025, PT Timah melepasliarkan lebih dari 4.000 cumi, 1.400 kepiting bakau, menanam mangrove di lahan 1,5 hektar, dan membangun penahan abrasi sepanjang 250 meter.
Manfaat reklamasi laut terasa nyata bagi masyarakat pesisir. Nelayan mengaku hasil tangkapan semakin meningkat, sementara kawasan terumbu buatan berkembang menjadi daya tarik wisata bahari.
“Reklamasi laut merupakan bagian dari praktik pertambangan yang baik dan berkelanjutan. Ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelas Anggi Siahaan, Departement Head Corporate Communication PT Timah Tbk.
Indra Ambalika Syari, akademisi UBB, menilai PT Timah adalah perintis reklamasi laut di Indonesia. “Inisiatif PT Timah telah menjadi teladan bagi perusahaan tambang lain. Reklamasi yang melibatkan masyarakat lokal tidak hanya menjaga ekosistem, tetapi juga menggerakkan perekonomian,” tegasnya.
Melalui program reklamasi laut, PT Timah menegaskan perannya bukan hanya sebagai perusahaan tambang, melainkan mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.






















