Pangkalpinang, Deteksi Pos— Di tengah aktivitas pertambangan, PT Timah Tbk menunjukkan wajah lain dari tanggung jawabnya terhadap lingkungan: menjaga kelestarian satwa endemik yang menjadi penyangga utama ekosistem.
Satwa-satwa seperti mentilin (tarsius), pelanduk, ayam jembang, hingga elang laut kini mendapatkan perlindungan melalui berbagai program konservasi yang dijalankan perusahaan. Mereka direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi Air Jangkang, yang dibangun di lahan bekas tambang.
“Satwa endemik bukan hanya penting bagi alam, tetapi juga bagi manusia. Mereka menjaga rantai ekosistem tetap berjalan — mulai dari penyerbukan, pengendalian hama, hingga penyebaran benih,” ujar Endy R. Yusuf, Manager PPS Alobi.
Sejak 2018, PPS Alobi bersama PT Timah telah merawat lebih dari 90 satwa liar. Mereka tak hanya menyelamatkan, tetapi juga mengembalikan satwa tersebut ke habitat aslinya. “Kami juga aktif menyosialisasikan pentingnya tidak memburu atau menangkap satwa liar,” katanya.
PT Timah tak berhenti di situ. Di Pulau Belitung, perusahaan ini juga mengembangkan penangkaran rusa sambar — salah satu satwa endemik yang tubuhnya lebih besar dibanding rusa lain. Sementara itu, program KEHATI dijalankan di Bangka Belitung dan Kundur Karimun untuk memastikan kelestarian keanekaragaman hayati.
Department Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa program reklamasi dan revegetasi perusahaan bertujuan menciptakan habitat alami yang mendukung satwa liar. “Kami menanam pohon lokal sebagai sumber pakan dan tempat perlindungan satwa. Edukasi juga kami lakukan agar masyarakat ikut melestarikan satwa endemik,” jelasnya.
Bagi PT Timah, menyelamatkan satwa endemik bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga warisan ekologis untuk masa depan.




















