Caption : Ilustrasi
Opini
Oleh : Suherman Saleh Pemred deteksipos.com
Bangka, Deteksipos – Dalam era digital saat ini, kehadiran “Wartawan Bodrex” atau mereka yang mencari berita sensasional dengan pendekatan yang kontroversial, semakin menjadi perhatian. Mereka cenderung menjelajahi setiap sudut kehidupan, terutama pada saat-saat sulit atau penuh konflik, untuk menemukan ‘mangsa’—berita yang menarik bagi audiens.
Namun, tindakan seperti ini sering kali menimbulkan pertanyaan tentang etika jurnalistik. Apakah mencari berita dengan cara mengganggu privasi atau mengeksploitasi situasi yang penuh konflik benar-benar menjadi jalan satu-satunya untuk menyampaikan informasi? Ataukah ini hanyalah pencarian akan sensasi semata?
Seorang jurnalis memiliki tanggung jawab besar dalam menyampaikan informasi yang akurat dan relevan kepada masyarakat. Namun, dalam prosesnya, sering kali muncul dilema antara mendapatkan informasi yang dianggap ‘hebat’ dan menjaga etika serta martabat subjek yang diliput.
Wartawan yang berprinsip sering kali berupaya menemukan cerita dengan menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, sementara Wartawan Bodrex cenderung menggunakan cara yang lebih mengejutkan, bahkan mengesampingkan kepedulian terhadap kepentingan privasi individu atau kelompok yang diliput.
Pertanyaannya, apakah penonton atau pembaca akan selalu menyukai berita yang dramatis dan penuh kontroversi, ataukah mereka semakin memilih untuk mendukung jurnalisme yang lebih beretika dan bertanggung jawab?
Adalah penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa pemilihan berita dan cara penyajian yang dipilih oleh wartawan dapat berdampak pada perspektif dan sikap publik terhadap suatu peristiwa atau individu.
Oleh karena itu, mendukung jurnalisme yang beretika merupakan langkah penting dalam memperjuangkan informasi yang benar, adil, dan berdampak positif bagi masyarakat.























