Soal Pegawai Honorer di Pemkab Bangka, Siapa Banyak Nitip

Caption : Ilustrasi Tenaga Honorer

Bangka, Deteksi Pos – Seminggu setelah jabatan Bupati Bangka Mulkan dan Syahbudin yang disingkat Mulya berahir dan pimpinan pemerintahan di Kabupaten Bangka (Pemkab Bangka) dipegang oleh PJ Bupati M.Haris, beredarlah informasi di kalangan ASN dan honorer Pemkab Bangka akan adanya pemangkasan tenaga honorer di Pemkab Bangka.

Informasi pemangkasan tenaga honorer itu berkembang liar seolah-olah kedatangan PJ Bupati Bangka M.Haris untuk memangkas tenaga honorer di Pemkab Bangka.

Saat ini tenaga honorer di Pemkab Bangka memang surplus, artinya memang terjadi kelebihan tenaga honorer. Berdasarkan informasi ada 5000 tenaga honorer di Pemkab Bangka.

Namun yang menjadi pertanyaan di masyarakat mengapa bisa terjadi kelebihan pegawai honorer di Pemkab Bangka? Berarti banyak yang menitipkan tenaga honorer tersebut ke Pemkab Bangka.

Menanggapi pertanyaan itu, salah seorang anggota dewan Kabupaten Bangka yang namanya tidak mau disebutkan mengaku kepada deteksipos.com pada Senin (2/10/2023) malam bahwa yang paling banyak menitipkan honorer adalah beberapa orang yang berpengaruh di Kabupaten Bangka itu sendiri.

“Kalau kita mau bongkar-bongkar, iya kita bongkar sajalah, siapa yang paling banyak menitipkan pegawai honorer tersebut, kawan-kawan kita yang berpengaruh di Kabupaten Bangka yang paling banyak menitipkan pegawai honorer itu,” kata anggota dewan tersebut sewaktu ditemui di rumahnya.

Belum lama ini, lanjutnya, ada lagi yang menitip tenaga honorer dua orang kepada Pemkab Bangka.

“Belum lama ini ada dua tenaga honorer yang masuk dari titipan kalau wartawan mau informasi yang jelas itu tanya Sekretaris Daerah,” ungkap sumber tersebut.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Drs. Andi Hudirman belum memberikan tanggapannya terkait permasalahan tenaga honorer di Kabupaten Bangka, namun deteksipos.com sudah mengirimkan pesan konfirmasi kepada Andi Hudirman.

Sementara itu Pj Bupati Bangka M Haris Selasa (3/10/2023) mengatakan informasi di kalangan pegawai Pemkab Bangka beredar terkait jabatan yang ia emban.

Banyak yang berpikir kedatangan dirinya sebagai Pj Bupati Bangka akan berdampak terjadinya pengurangan pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN) .

“Itu salah besar saya jadi Pj Bupati Bangka bukan mau mengurangi pegawai tapi membenahi Pemkab Bangka mana yang kurang baik diperbaiki seperti masalah penggunaan anggaran,” kata Haris, seperti dikutip dari bangkapos.com.

Salah satunya terkait penggunaan anggaran APBD Kabupaten Bangka 2023 untuk belanja pegawai yang mencapai lebih dari 35 persen.

Ini harus dibenahi sebab sesuai aturan Kepmendagri bahwa batas maksimal belanja pegawai adalah 30 persen.

Untuk itu diharapkan pada tahun 2024 penggunaan APBD Kabupaten Bangka untuk belanja pegawai sudah mencapai 30 persen.

“Jadi bagimana kita menekan dana 5 persen itu tidak serta merta mengurangi pegawai sebagai solusinya tapi akan kita pelajari bersama tim apa apa saja langkah yang akan diambil,” kata Haris. (red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *