Puluhan Penambang Liar Serbu Perairan Seputaran Kawasan Industri Jelitik

Puluhan Penambang Liar terpantau beraktivitas di Perairan seputaran Kawasan Industri Jelitik Sungailiat (Foto : dok. Deteksi Pos)

Bangka, Deteksi Pos – Pantai Pulau Mas yang terletak di seputaran Komplek Industri Jelitik, Kecamatan Sungailiat, menjadi saksi serbuan puluhan penambang liar pada Kamis, 22 September 2023. Informasi ini berhasil diperoleh oleh tim media kami melalui laporan warga setempat.

Pantai tersebut tampaknya menjadi tujuan favorit para penambang ilegal. Dilaporkan bahwa di sana ada seorang individu yang dikenal sebagai Bg K, atau yang lebih dikenal sebagai “Red-Bang Jago,” yang bertindak sebagai koordinator keamanan di lokasi tersebut, seperti yang diungkapkan oleh SY kepada tim media.

Mengambil dasar informasi ini, tim media kami segera melakukan investigasi ke lokasi tersebut. Di sana, mereka menemukan aktivitas penambangan yang berlangsung meskipun telah larut malam, sekitar pukul 20:00 WIB.

Salah satu penambang, yang dikenal dengan nama Arif, menceritakan bahwa biasanya mereka melakukan penambangan di siang hari bersama rombongan. Namun, pada malam itu, mereka mencoba peruntungan dengan bekerja di malam hari untuk menghindari petugas yang sering mengawasi mereka di siang hari. Arif menjelaskan, “Biasanya siang hari, bang, tapi malam ini kami mencoba kerja malam karena jika kami menambang di siang hari, kami sering bermain kucing-kucingan dengan petugas, dan jika mereka memeriksa kami, kami harus berhenti.”

Ketika ditanya tentang keberaniannya untuk menambang di lokasi ini, Arif mengungkapkan bahwa mereka merasa aman karena ada “storan” atau perlindungan, yang disediakan oleh Bg K, seorang oknum yang memastikan keamanan mereka.

“Kami punya storan, bang. Bg K (Red-Oknum) yang menjamin keamanan kami saat menambang di sini,” tambah Arif.

Tim media kami juga mencoba untuk mengonfirmasi dengan oknum yang disebutkan, yaitu Bg K, namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi yang diperoleh.

Dalam konteks regulasi penambangan di Indonesia, perlu dicatat bahwa penambangan ilegal melanggar Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Pasal 158 UU tersebut menyatakan bahwa orang yang melakukan penambangan tanpa izin dapat dihukum penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Selain itu, pasal 160 mengatur bahwa setiap orang yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) pada tahap eksplorasi tetapi melakukan kegiatan operasi produksi juga dapat dipidana dengan pidana penjara. Pasal 161 juga mengatur bahwa setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan, pemurnian, pengembangan, pengangkutan, penjualan mineral, atau batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB, atau izin lainnya akan dikenai pidana penjara. (red)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *