Wisata  

PDM Kabupaten Bangka, Sampaikan Kronologi Atas Klaim Kepemilikan Tanah di Jalan Imam Bonjol

Ketua PDM Kabupaten Bangka, Muklis Kisai (Baju Putih) Bersama Eko Budianto, Selaku Bendahara dan Koordinator Pendataan Aset Muhamadiyah Bangka

Bangka, deteksipos – Adanya laporan polisi yang masuk ke Polres Bangka yang dilakukan oleh Mariyawati melalui kuasa hukumnya Sumin SH, dari kantor David Sumin & partner sebagai pihak yang mengklaim memiliki dokumen yang sah, kepada pihak Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Bangka diduga melakukan penyerobotan tanah dan bangunan, beralamat dijalan Imam Bonjol Sungailiat. Mendapat tanggapan serius dari Pimpinan PDM Kabupaten Bangka.

Ketua PDM Kabupaten Bangka, Muklis Kisai saat dikonfirmasi setelah melaksanakan shalat tarawih di masjid Baitul Ummah, Sungailiat menjelaskan, pada awalnya pengurus periode 2015-2020 yang di perpanjang hingga 2022 mendapat surat dan sertifikat oleh pengurus sebelumnya. Pada waktu saat pembenahan berkas tiba-tiba ada sertifikat di PDM, Kamis (7/4).

“Sertifikat tersebut, menerangkan mengenai hak milik atas nama Sailan Muhtar. Dan orang yang minta dilakukan pengukuran lahan dan bangunan itu bernama Syahril Sidik, dan saksi ukur atas nama Burhan Ali. Lokasi tanah itu berada dijalan iman bonjol. Kemudian kami cek sertifikat tersebut ke kantor BPN Kabupaten Bangka,” terang Muklis.

Kemudian, pihak PDM Bangka mempertanyakan kepada BPN perihal apakah betul lokasi yang ada di dalam sertifikat ini berada dijalan iman bonjol, Sungailiat. Tampaknya di mana, apakah di sebelah kanan atau sebelah kiri dari lokasi pencucian mobil, yang kebetulan dekat lokasi tanah itu ada tempat pencucian mobil dan motor. Sertifikat hak milik tersebut diterima oleh PDM Kabupaten Bangka pada tahun 2017.

“Dari rentang waktu 2017 hingga 2018 kami coba telusuri keberadaan tanah dan bangunan itu, maka dari itu kami meminta bantuan BPN untuk mengecek lokasi tersebut. Dengan membawa fotocopy duplikat terlebih dahulu, untuk nomor lokasi lahan tadi. Dari keterangan pihak BPN bahwa lokasi tempat yang ada di Sertifikat tadi memang benar ada di imam bonjol. lokasi tepatnya ada di mana, tanya kami lagi kepada pihak BPN. Jadi pada 2022 ini kami konfirmasi kembali melalui kepala lingkungan (Kaling) setempat,” jelasnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Eko Budianto, selaku Bendahara dan juga koordinator pendataan aset muhamadiyah Bangka dalam keterangannya mengungkapkan, pihak PDM kembali berkoodinasi dengan Kaling setempat, perihal lahan tersebut.

“Pak Kaling benar tidak lokasi tanah ini berada di imam bonjol, apakah di sebelah kanan atau kiri dari pencucian mobil yang ada di imam bonjol. Ayo sama-sama kita cek keberadaan tanah ini,” kata Eko.

Eko menuturkan, bahwa lokasi tempat itu bersebelahan dengan almarhum Burhan Ali, tetapi di konfirmasi ke pihak Burhan Ali ternyata memiliki dokumen kepemilikan tanah tersebut. Terus pihak PDM berusaha kembali mempertanyakan kepada Kaling siapa sebenarnya pemilik tanah yang dimaksud dalam surat dan sertifikat di maksud. Justru PDM Bangka sendiri belum pernah ketemu dengan pemilik asli dari tanah tersebut.

“Kemudian kami membuat surat yang di tujukan kepada Kaling, Lurah dan Camat, yang bertujuan apabila ada pihak-pihak yang merasa keberatan dan tidak menerima hal ini, kami dari pihak PDM sudah memberitahukan hal tersebut, kepada semua pihak. Secara resmi dari kelembagaan PDM Kabupaten Bangka,” ungkap Eko Budianto.

Lebih lanjut, Eko beralasan dengan pemberitahuan resmi dari PDM Bangka rencananya PDM sendiri akan memasang spanduk yang berada di lokasi bangunan tepatnya di pagar bangunan yang di klaim sesuai dengan lokasi yang ada di sertifikat tanah itu. Pemasangan spanduk tersebut, disaksikan langsung Kaling setempat dan tetangga sekitarnya.

“Sebelum puasa ramadhan ini, kami lihat di sekitar lokasi bangunan itu sudah rapi dan bersih, terus terang kami kaget. Siapa yang telah membersihkan halaman yang ada di lokasi bangunan tersebut,” ujarnya.

Eko menambahkan, ternyata setelah dikonfirmasi kembali melalui Kaling, tanah tersebut sudah dibeli oleh dr. Julianto dan setelah di konfirmasi ke beliau, ternyata tahan itu di beli dari pegawai Pemda Bangka, dari istri dr Julianto yang konfirmasi ke PDM Bangka.

“Setelah kami tunggu sekian lama tidak ada yang komplain atas tanah tersebut, akhirnya kami bikin surat ke notaris Benny SH yang beralamat di air hanyut, Sungailiat,” tutur isteri dr Julianto.

Akhirnya, didapati keterangan dari Istri dr. Julianto bahwa tanah yang ia miliki telah dijual kembali ke pemilik barunya, yakni pihak JJ House atas nama Saklim, yang ada di pusat pertokoan kota Sungailiat.

“Kami akhirnya menemui pihak JJ house, tapi tidak berhasil bertemu dengan pak Saklim. Kami hanya bertemu dengan staf beliau. Akhirnya kami juga memberikan surat kepada pihak JJ house, apabila benar tanah itu sudah di miliki oleh pak Saklim, agar segera menemui PDM Bangka untuk kita musyawarahkan secara kekeluargaan. Dan kami juga berusaha untuk mengkonfirmasi pihak Benny SH, notaris pembuat akta tanah tersebut,” pungkasnya. (Amin)

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *