Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT TIMAH Dorong Pertambangan Berkelanjutan.

PangkalPinang, Deteksi Pos — Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum bagi PT TIMAH Tbk untuk menegaskan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pertambangan dan pelestarian lingkungan.

Sebagai perusahaan pertambangan yang beroperasi di berbagai wilayah, PT TIMAH terus memperkuat pengelolaan lingkungan melalui beragam program, mulai dari reklamasi lahan pascatambang, konservasi satwa liar, rehabilitasi ekosistem pesisir, hingga pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menerapkan prinsip Good Mining Practices yang mengintegrasikan aspek perlindungan lingkungan ke dalam seluruh proses bisnis perusahaan. Upaya ini dilakukan melalui identifikasi risiko, pengendalian dampak, hingga pencegahan pencemaran lingkungan secara berkelanjutan.

Salah satu program yang terus dijalankan adalah reklamasi dan rehabilitasi lahan pascatambang. Tak sekadar melakukan revegetasi, PT TIMAH juga mendorong pemanfaatan lahan bekas tambang agar memiliki nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

Hasilnya, sejumlah kawasan reklamasi kini berkembang menjadi ruang edukasi lingkungan dan destinasi pembelajaran, seperti Kampoeng Reklamasi Air Jangkang di Kabupaten Bangka dan Kampong Reklamasi Selinsing di Kabupaten Belitung Timur.

Selain itu, lahan bekas tambang juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat, salah satunya melalui budidaya ikan air tawar yang memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

“Keberlanjutan bisnis harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Karena itu, perusahaan terus memperkuat berbagai program pengelolaan lingkungan, reklamasi, konservasi, hingga pelestarian keanekaragaman hayati sebagai bagian dari komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” kata Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan.

Dalam bidang konservasi, PT TIMAH juga aktif melindungi flora dan fauna di wilayah operasional perusahaan. Sejak 2018, perusahaan bekerja sama dengan Pusat Penyelamatan Satwa Alobi Foundation untuk melakukan penyelamatan, rehabilitasi, hingga pelepasliaran berbagai satwa liar.

Satwa yang telah ditangani antara lain penyu lekang, bulus atau labi-labi, kura-kura pipi putih, kukang, ayam jembang, mentilin, hingga trenggiling. Sepanjang 2019 hingga 2025, sebanyak 3.169 satwa berhasil dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya.

Upaya pelestarian lingkungan juga dilakukan melalui pemantauan keanekaragaman hayati secara rutin, termasuk pengamatan biota laut, plankton, dan mangrove sebagai bagian dari evaluasi kualitas lingkungan di wilayah operasional.

Tak hanya itu, PT TIMAH terus memperluas program rehabilitasi ekosistem pesisir melalui pengembangan coral garden dan penanaman mangrove guna menjaga keseimbangan ekosistem laut.

“Pengelolaan lingkungan bukan hanya tentang meminimalkan dampak operasional, tetapi juga bagaimana menghadirkan kembali fungsi ekologis dan sosial dari kawasan yang telah dikelola melalui program reklamasi dan rehabilitasi yang turut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujar Anggi.

Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat langkah transisi energi dan efisiensi energi guna mendukung target dekarbonisasi.

Saat ini sekitar 60,1 persen kebutuhan energi operasional PT TIMAH telah menggunakan biodiesel B35 dan B40 sebagai sumber energi utama. Perusahaan juga memanfaatkan energi surya melalui pemasangan Solar PV On Grid di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang, Kampong Reklamasi Selinsing, serta di PT Timah Industri yang berlokasi di Cilegon.

Sepanjang 2025, PT TIMAH berhasil menekan konsumsi energi hingga 68.763 gigajoule melalui berbagai program efisiensi operasional, optimalisasi peralatan produksi, dan penerapan sistem manajemen energi.

Seluruh pengelolaan energi tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada standar internasional ISO 50001 serta regulasi pemerintah terkait konservasi energi.

Melalui berbagai program tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, sekaligus menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *