Arung Jeram Dipastikan Tampil di PON 2028, PB FAJI Gaspol Tinjau Venue di NTT

Jakarta, Deteksi Pos – Setelah dipastikan kembali masuk dalam daftar cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT), Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia atau PB FAJI langsung tancap gas mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis menuju pesta olahraga nasional tersebut.

Langkah cepat pertama yang akan dilakukan yakni peninjauan langsung venue pertandingan di Kelurahan Rawarangga, Kecamatan Ende Timur, NTT, pada awal Juni mendatang. Lokasi tersebut diproyeksikan menjadi arena utama pertandingan arung jeram pada Pekan Olahraga Nasional 2028.

Kembalinya arung jeram ke panggung multievent nasional menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga arus deras di Indonesia. Ini merupakan kali kedua arung jeram dipertandingkan di ajang PON setelah sebelumnya sempat absen.

Ketua Umum PB FAJI, Oni Junianto, menegaskan masuknya arung jeram ke PON bukanlah hasil instan, melainkan buah perjuangan panjang seluruh insan FAJI di berbagai daerah.

“Ini momen yang luar biasa. Perjuangan kita untuk melanjutkan eksistensi FAJI akhirnya membuahkan hasil. Pekan ini, alhamdulillah, kita sudah masuk ke jajaran cabang olahraga PON,” ujar Oni.

Menurutnya, konsistensi penyelenggaraan kejuaraan nasional yang dilakukan FAJI selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu faktor meningkatnya perhatian terhadap arung jeram sebagai cabang olahraga prestasi yang layak tampil di level nasional.

PB FAJI kini mulai menyusun langkah strategis menuju PON 2028, mulai dari efisiensi penyelenggaraan pertandingan hingga kesiapan venue di NTT. Untuk sementara, jumlah medali yang akan diperebutkan direncanakan mencapai 22 medali, meningkat dibanding penyelenggaraan sebelumnya yang hanya memperebutkan 16 medali.

Namun demikian, keputusan final masih menunggu hasil survei lapangan serta persetujuan dari KONI Pusat. “Kita harus segera melakukan survei lapangan karena cabang olahraga lain sudah lebih dulu melakukannya. Kami ingin melihat langsung kesiapan venue di Rawarangga,” tegas Oni.

Tak hanya fokus pada PON, PB FAJI juga tengah membidik target yang lebih besar, yakni membawa arung jeram masuk sebagai cabang olahraga Olimpiade.

Langkah strategis yang tengah ditempuh yakni pengajuan kembali keanggotaan ke Komite Olimpiade Indonesia setelah federasi internasional arung jeram kini telah bersatu dalam satu wadah bernama United Rafting.

Sebelumnya, dualisme federasi internasional antara IRF dan WRF menjadi hambatan dalam proses pengakuan internasional.

“Dulu sempat terkendala karena ada dua federasi internasional, IRF dan WRF. Sekarang sudah menjadi satu menjadi United Rafting, sehingga kami akan kembali mengajukan surat ke KOI,” ungkap Oni.

Sementara itu, Ketua Harian PB FAJI, Amalia Yunita, menilai saat ini federasi internasional tengah melakukan konsolidasi besar demi membuka jalan arung jeram menuju Olimpiade.

Menurut Amalia, pengembangan kategori youth dan paralimpik menjadi fokus utama dalam perkembangan olahraga arung jeram dunia agar semakin inklusif dan kompetitif.

“Saat ini tantangannya adalah memasukkan lebih banyak atlet muda. Di Prancis bahkan sudah mulai dipertandingkan kategori youth. Selain itu, fokus lainnya adalah paralimpik agar olahraga ini semakin inklusif,” katanya.

Indonesia sendiri dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisi arung jeram di level internasional melalui penyelenggaraan event-event dunia. Semakin banyak kejuaraan internasional digelar di Tanah Air, semakin terbuka pula peluang olahraga ini masuk ke agenda Olimpiade.

“Kenapa kami ingin menuju Olimpiade? Karena saat ini cabang olahraga yang dipertandingkan di PON mayoritas merupakan cabor Olimpiade. Jika sudah menjadi cabang Olimpiade, peluang untuk masuk dan bertahan di PON tentu semakin besar,” tandas Amalia.

Dalam rangka mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional 2028, PB FAJI juga membuka peluang menjadikan NTT sebagai tuan rumah Babak Kualifikasi (BK) PON zona timur pada 2027. Rencana tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam rapat kerja nasional yang dirangkaikan dengan Kejuaraan Nasional FAJI pada September 2026 di Bali. (*)

Penulis: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *