Pangkalpinang, DeteksiPos– Wali Kota Pangkalpinang Prof. Saparudin menyoroti sejumlah persoalan yang masih membayangi pembangunan kota. Mulai dari masalah sampah, pembenahan pasar rakyat, hingga upaya menekan pengangguran.
Hal itu disampaikan Saparudin dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang bersama Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam rangka Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang, Kamis (17/9/2026).
Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kota Pangkalpinang itu dihadiri Wakil Wali Kota, Ketua TP PKK, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan badan usaha milik daerah (BUMD).
Dalam rapat tersebut, dipaparkan berbagai program dan capaian pembangunan selama satu tahun terakhir, meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, hingga ekonomi.
Namun, Saparudin mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah kota, terutama persoalan sampah dan penataan pasar agar lebih modern serta mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
“Persoalan sampah dan pasar masih harus terus kita benahi sehingga bisa menjadi pasar rakyat yang modern,” kata Saparudin.
Selain pembenahan tata kota, Pemkot Pangkalpinang juga berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi dengan membuka ruang lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Saparudin, pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan agar memiliki keterampilan dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja.
“Ekonomi masyarakat kita harus tumbuh, dengan memberikan ruang-ruang kepada pelaku UMKM kita untuk bisa bekerja, dan kemudian juga menyiapkan anak-anak kita untuk siap bekerja untuk mengurangi pengangguran,” ujarnya.
Saparudin menegaskan, momentum Hari Jadi ke-269 Kota Pangkalpinang harus menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjawab persoalan yang dirasakan masyarakat.
Pembenahan lingkungan, modernisasi pasar, penguatan UMKM, dan penyiapan tenaga kerja menjadi sejumlah tantangan yang perlu terus ditangani untuk mendorong kesejahteraan warga Pangkalpinang.(*)























