Pangkalpinang, Deteksi Pos— PT TIMAH Tbk terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru.
Melalui Program Literasi Guru dan Gerakan Nasional Pemberantasan Buta Matematika (Gernas Tastaka), PT TIMAH Tbk mendorong peningkatan kapasitas pendidik melalui serangkaian pelatihan terstruktur. Perusahaan menilai guru memiliki peran sentral dalam membentuk generasi masa depan, sehingga peningkatan kualitas guru menjadi fokus utama pada pilar pendidikan dalam program Corporate Social Responsibility (CSR).
Program Literasi Guru dan Gernas Tastaka ini menyasar guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah operasional perusahaan. Hingga kini, ratusan guru telah mengikuti pelatihan tersebut.
Dalam pelaksanaan Gernas Tastaka, PT TIMAH Tbk berkolaborasi dengan Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas dan Dinas Pendidikan setempat. Sementara Program Literasi Guru dijalankan bersama Komunitas Literasi Sekawan.
Program Literasi Guru bertujuan mendorong pendidik agar mampu memenuhi standar kompetensi sesuai tuntutan profesi serta perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni. Diharapkan, program ini mampu meningkatkan kinerja guru dalam proses pembelajaran dan menginspirasi peserta didik menjadi pembelajar mandiri, kreatif, dan inovatif.
Adapun Gernas Tastaka merupakan upaya perusahaan dalam meningkatkan kualitas pengajaran khususnya pada matematika dasar di wilayah operasional.
Sejumlah guru yang pernah mengikuti program ini merasakan manfaatnya. Diki, guru SDN 5 Jebus, mengatakan Program Timah Mengajar sangat relevan diterapkan di sekolah. “Materinya sangat bermanfaat. Kami mendapatkan wawasan baru tentang cara menulis karya ilmiah populer yang baik dan benar,” ujarnya.
Helen Moriska dari SDN 5 Parittiga turut merasakan hal serupa. “Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak ilmu literasi. Ke depan, kami berencana menyalurkan karya-karya kami ke media lokal dan nasional,” katanya.
Alias, guru SDN 19 Tempilang, juga mengaku semakin termotivasi untuk mengimplementasikan materi yang diperoleh. Sementara Ermawati, guru SDN 10 Jebus, menyebut program ini menjadi wadah untuk meningkatkan kompetensi guru.
“Kami jadi tahu pentingnya menulis karya tulis ilmiah populer. Semoga lewat pelatihan ini, kami bisa menyumbangkan opini untuk kemajuan Bangka Barat,” ungkapnya. (*)





















