Babel  

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Pemkab Bangka Tengah Libatkan Para Ayah

Lubuk Besar, DeteksiPos — Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan melibatkan para ayah sebagai garda terdepan dalam keluarga.

Komitmen itu diwujudkan melalui sosialisasi bertema Pentingnya Peran Ayah/Laki-laki dalam Upaya Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Bangka Tengah bekerja sama dengan Kecamatan Lubuk Besar dan SDN 3 Lubuk Besar, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di SDN 3 Lubuk Besar tersebut diikuti 90 orang tua wali murid, khususnya para ayah dari siswa kelas IV, V, dan VI. Hadir pula Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah, Camat Lubuk Besar, Kapolsek Lubuk Besar, serta jajaran guru.

Kapolres Bangka Tengah, AKBP I Gede Nyoman Bratasena, yang hadir sebagai narasumber menegaskan bahwa peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga pelindung dan pendamping keluarga.

Menurutnya, ayah harus hadir memberi perhatian dan menciptakan rasa aman di rumah, bukan justru menjadi pelaku kekerasan terhadap istri maupun anak.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan gawai oleh anak serta perlunya pendidikan seksual sejak dini agar anak memahami bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang lain.

Sementara itu, Kepala DPPKBPPPA Bangka Tengah, Wiwik Susanti, mengatakan sosialisasi tersebut menitikberatkan pada tiga poin utama pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Pertama, laki-laki harus menjadi pelopor, bukan terlapor, dalam menghentikan siklus kekerasan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Kedua, pentingnya edukasi emosi, yakni menunjukkan kasih sayang tanpa kekerasan karena wibawa tidak dibangun dari rasa takut.

Ketiga, kata Wiwik, membangun kemitraan sejajar dalam rumah tangga dengan menjadikan istri sebagai mitra untuk menciptakan keluarga yang harmonis.

“Laki-laki adalah pelopor, bukan terlapor. Ayah harus menjadi orang pertama yang menghentikan siklus kekerasan,” ujar Wiwik.

Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak. Namun upaya itu, menurutnya, tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif keluarga, terutama para ayah.

“Kami membutuhkan tangan-tangan dingin para ayah untuk memastikan setiap anak di Bangka Tengah tumbuh dengan rasa aman dan setiap perempuan dihargai martabatnya,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *