Maslina Yazid, Penjaga Tradisi Tenun Cual yang Didukung PT Timah Tbk Sejak 1990

Pangkalpinang, Deteksi Pos— Kain tenun cual bukan sekadar lembaran kain indah, tetapi simbol warisan budaya yang sarat makna. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tenun cual menjadi identitas daerah dengan motif khas yang merepresentasikan keindahan alam dan filosofi kehidupan masyarakat setempat.

Salah satu sosok yang terus melestarikan tenun cual adalah Maslina Yazid, perajin yang telah puluhan tahun menekuni profesinya. Bersama PT TIMAH Tbk, ia terus berupaya mengenalkan, mempromosikan, dan menjaga eksistensi tenun cual melalui berbagai kegiatan.

Maslina menjelaskan bahwa cual berasal dari istilah “Celupan Awal,” yakni proses awal pada benang sutra putih. Setiap helai tenun cual memiliki makna tersendiri yang tergambar dari warna dan motifnya.

“Motif kembang kenanga, kembang setaman, melati, hingga balok timah memiliki filosofi masing-masing. Bahkan warna pun punya arti, seperti emas untuk raja, merah marun untuk anak muda, ungu untuk janda, dan hitam digunakan pada prosesi duka,” ujarnya.

Proses pembuatan kain cual terbilang rumit, memakan waktu dari 12 hari hingga satu tahun tergantung tingkat kesulitan motif. Nilai jualnya pun tinggi, berkisar antara Rp3 juta hingga ratusan juta rupiah. Maslina bahkan memiliki koleksi cual kuno bernilai tinggi.

Tak hanya menenun, Maslina aktif mengajar di sekolah dan kampus untuk menularkan keterampilan menenun kepada generasi muda. Namun, ia mengakui minat anak muda terhadap profesi penenun masih rendah.

Sejak 1990, PT TIMAH Tbk terus mendukung upaya Maslina, mulai dari permodalan, pelatihan, hingga pemasaran. “Saya sangat berterima kasih kepada PT TIMAH Tbk. Berkat dukungan mereka, saya bisa terus berinovasi menghadirkan motif baru seperti balok timah dan pinang mas,” katanya.

Maslina menambahkan, setiap kali mengikuti pameran yang difasilitasi PT TIMAH Tbk, produknya selalu diminati masyarakat. “Kami bangga punya bapak angkat seperti PT TIMAH yang peduli dengan budaya. Kepada generasi muda, jangan malu menjadi perajin. Kalau dijalani dengan sungguh-sungguh, hasilnya bisa membanggakan,” pesannya.

Melalui dukungan PT TIMAH Tbk, tenun cual Bangka tidak hanya menjadi simbol keindahan, tetapi juga bukti kolaborasi antara perusahaan dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *