Foto : Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar
Jakarta, Deteksi Pos – Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, melontarkan kritik pedas kepada Kejaksaan Agung terkait buronan Silvester Matutina yang hingga kini belum juga dieksekusi.
Menurut Rahmad, publik sudah bosan dengan pernyataan yang hanya sebatas retorika. Ia menilai Kejaksaan terlalu banyak bicara tanpa ada tindakan nyata.
“Jangan cuma omon-omon. Rakyat butuh bukti nyata, bukan janji manis. Sampai hari ini Silvester masih bebas, ini preseden buruk bagi penegakan hukum,” tegas Rahmad di Jakarta, Senin (18/8/2025).
Ia juga menyebut bahwa kinerja Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksaan patut dipertanyakan. Padahal, tim itu dibentuk untuk menjadi garda terdepan dalam memburu para buronan.
“Kalau Tabur tidak bisa melacak keberadaan Silvester, lalu untuk apa ada tim itu? Jangan-jangan hanya jadi formalitas. Ini memalukan bagi lembaga sekelas Kejaksaan,” sindirnya.
Rahmad menambahkan, lambannya eksekusi terhadap Silvester bisa menimbulkan kecurigaan publik. Ia khawatir masyarakat menilai ada permainan di balik layar.
“Kalau dibiarkan berlarut-larut, bisa muncul opini publik bahwa ada pihak yang sengaja melindungi Silvester. Ini berbahaya bagi kepercayaan rakyat terhadap aparat hukum,” ujarnya.
Menurutnya, buronan kelas kakap seperti Silvester tidak boleh dianggap enteng. Negara harus hadir dan menunjukkan ketegasan dalam menegakkan hukum.
“Kita bicara soal wibawa negara. Jangan sampai publik melihat negara kalah oleh seorang buronan. Itu sangat memalukan,” kata Rahmad.
Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum harus berjalan tanpa pandang bulu. Tidak boleh ada kesan hukum hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas.
“Kalau buronan kecil bisa ditangkap cepat, kenapa untuk Silvester lamban sekali? Jangan sampai publik melihat ada standar ganda dalam hukum,” imbuhnya.
Rahmad mendesak Jaksa Agung untuk turun tangan langsung mengawasi proses pengejaran Silvester. Menurutnya, masalah ini sudah menyangkut kredibilitas institusi Kejaksaan.
“Jaksa Agung harus ambil alih. Ini bukan hanya soal kasus, tapi soal harga diri institusi. Jangan biarkan kepercayaan publik runtuh gara-gara satu buronan,” tandasnya.
Ia menutup dengan ultimatum keras kepada Kejaksaan. “Hentikan omon-omon, tunjukkan kerja nyata. Segera tangkap dan eksekusi Silvester. Negara tidak boleh kalah,” pungkas Rahmad.
Kritik keras Rahmad Sukendar ini sekaligus menjadi alarm bagi Kejaksaan agar tidak lagi bersembunyi di balik retorika, tetapi segera membuktikan kinerja di lapangan. (*)



















