Pangkalpinang, Deteksi Pos – Reklamasi lahan pascatambang menjadi prioritas utama PT Timah Tbk dalam operasionalnya, baik di darat maupun laut. Sebagai bagian dari Holding Industri Pertambangan MIND ID, PT Timah telah menjalankan berbagai program reklamasi untuk memulihkan lingkungan yang terdampak oleh aktivitas penambangan.
Pada tahun 2023, PT Timah berhasil mereklamasi lahan seluas 299,47 hektar dan merencanakan reklamasi seluas 396,5 hektar pada tahun 2024. Sejak medio 2015 hingga 2023, total lahan yang telah direklamasi mencapai 3.183,01 hektar, mencakup wilayah Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung, Belitung Timur, dan IUP Lintas Kabupaten.
Reklamasi darat yang dilakukan oleh PT Timah mencakup penanaman kembali atau revegetasi dengan tanaman cepat tumbuh seperti akasia, sengon, cemara laut, dan ketapang. Selain itu, PT Timah juga menanam tanaman produktif seperti kelapa sawit, karet, dan berbagai jenis buah-buahan, serta tanaman lokal seperti jambu mete, pelawan, dan puspa.
Di laut, PT Timah menjalankan berbagai program reklamasi, termasuk penenggelaman terumbu buatan, penanaman mangrove, restocking kepiting bakau, dan pemasangan penahan abrasi. Reklamasi laut ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem yang terdampak dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Anggota Holding Industri Pertambangan MIND ID ini melaksanakan reklamasi secara terintegrasi, mulai dari perencanaan, survei lokasi, sosialisasi, penataan lahan, penanaman, hingga pemeliharaan dan penilaian keberhasilan.
Meski begitu, PT Timah masih menghadapi kendala, terutama terkait konflik kepemilikan lahan di area eks tambang. “Kami berkomitmen melaksanakan reklamasi, namun masih ada tantangan, seperti lahan yang telah direklamasi kembali dibuka oleh penambang tanpa izin,” ujar Anggi Siahaan, Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah.
Anggi menegaskan, PT Timah akan terus menjalankan praktik penambangan yang bertanggung jawab dan memastikan pengelolaan dampak lingkungan dilakukan dengan baik. “Reklamasi bukan hanya mengembalikan lahan ke kondisi semula, tetapi juga menciptakan nilai baru bagi lingkungan dan masyarakat. Kami akan terus berupaya menjadi perusahaan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkontribusi positif bagi pembangunan berkelanjutan,” tambahnya. (D.pos)





















