Caption: Agus Satria
Jakarta, Deteksi Pos – Kinerja ekspor sektor kelautan dan perikanan menunjukkan sinyal positif di awal 2026. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan Indonesia sejak Januari hingga menjelang Lebaran mencapai USD 983,1 juta atau setara Rp16,7 triliun.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP), Ishartini, mengungkapkan capaian tersebut berasal dari total volume ekspor sebesar 197.718,80 ton yang tercatat hingga penghentian sementara angkutan barang pada 13 Maret 2026.
“Data ini kami himpun berdasarkan penerbitan SMKHP (Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan) yang menjadi syarat utama ekspor ke 140 negara tujuan,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (17/3).
Sepuluh negara dengan penyerapan terbesar meliputi Amerika Serikat, Tiongkok, Jepang, Vietnam, Thailand, Malaysia, Australia, Arab Saudi, Taiwan, dan Singapura.
Dari sisi komoditas, produk unggulan yang mendominasi antara lain udang vanname, tuna, cumi-cumi, rajungan, rumput laut, hingga gurita. Bahkan, jenis produk yang diekspor telah mencapai 486 HS Code, menandakan diversifikasi yang semakin luas dan adaptif terhadap kebutuhan pasar global.
Namun, di balik capaian tersebut, KKP juga mencatat adanya tekanan signifikan akibat dinamika global, khususnya eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. Dibandingkan periode yang sama tahun 2025, volume ekspor turun hingga 41,35 persen, sementara nilai ekspor terkoreksi 21,71 persen.
“Permintaan relatif stabil, tetapi distribusi terganggu akibat perubahan rute pengiriman, keterbatasan kontainer, serta kenaikan biaya logistik,” jelas Ishartini .
Meski demikian, pemerintah terus menjaga komunikasi dengan negara mitra dagang dan pelaku usaha dalam negeri untuk memastikan rantai pasok tetap berjalan. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya menegaskan pentingnya penguatan quality assurance dari hulu hingga hilir sebagai kunci daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.
Aktivis: Bukti Nyata Kualitas Ikan Indonesia Diakui Dunia
Menanggapi capaian tersebut, aktivis perikanan, Agus Satria, memberikan apresiasi terhadap kinerja KKP yang dinilai mampu menjaga kepercayaan pasar internasional di tengah tekanan global.
Menurut Agus, nilai ekspor yang tetap tinggi meski volume menurun justru menunjukkan bahwa produk perikanan Indonesia memiliki nilai tambah dan kualitas yang diakui.
“Ini bukan sekadar angka, tapi indikator kuat bahwa standar mutu dan keamanan produk perikanan Indonesia sudah dipercaya dunia. KKP berhasil menjaga kredibilitas ekspor kita di tengah situasi global yang tidak menentu,” tegasnya kepada awak media pada Senin (23/3/2026)
Ia juga mendorong agar momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat pasar domestik dan memperluas hilirisasi produk perikanan.
“Ke depan, pemerintah perlu lebih agresif mengembangkan industri pengolahan agar tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah. Selain itu, stabilisasi logistik harus menjadi prioritas agar pelaku usaha tidak terbebani biaya tinggi,” tambah Agus.
Dengan capaian ini, sektor kelautan dan perikanan dinilai tetap menjadi salah satu penopang penting perekonomian nasional, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam perdagangan produk perikanan global. (*)



















