Pangkalpinang, Deteksi Pos — PT TIMAH Tbk terus mempertegas komitmennya dalam mendorong koperasi agar mampu tumbuh sebagai mitra strategis perusahaan. Melalui program pembinaan berkelanjutan, perusahaan fokus meningkatkan kapasitas manajerial, tata kelola, hingga kepatuhan koperasi terhadap regulasi.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun kemitraan yang sehat sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di wilayah operasional. Koperasi dinilai memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi lokal dan penopang aktivitas usaha, termasuk di sektor pertambangan.
Berbagai program pelatihan dan pendampingan digelar untuk memperkuat tata kelola, transparansi administrasi, serta peningkatan kualitas layanan usaha koperasi. Selain itu, koperasi juga didorong memahami standar kerja dan regulasi agar memenuhi kriteria sebagai mitra perusahaan.
Sepanjang 2025, PT TIMAH Tbk menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Kelembagaan dan Pengawasan Usaha bagi pengawas dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih Kabupaten Karimun. Kegiatan ini diikuti 142 peserta yang dibekali pemahaman tentang tata kelola koperasi, sistem pengawasan internal, serta penguatan manajemen usaha.
Perusahaan juga mendukung Bimbingan Teknis Pemahaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Namang yang diselenggarakan Kejaksaan Negeri Bangka Tengah. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pengurus dan anggota koperasi terkait aspek legalitas, kepatuhan, dan pengelolaan yang transparan.
Untuk memperluas jaringan koperasi binaan, PT TIMAH Tbk turut melaksanakan Sosialisasi Pembentukan Koperasi Binaan yang diikuti 40 peserta. Program ini memperkenalkan standar kemitraan, tata kelola usaha, serta peluang kerja sama dengan perusahaan.
Tak hanya itu, PT TIMAH Tbk juga berkolaborasi dengan Kementerian Koperasi dalam Pelatihan Tata Kelola dan Pengawasan Koperasi Pertambangan yang diikuti 68 peserta. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas koperasi sektor pertambangan agar mampu menjalankan usaha secara profesional dan sesuai regulasi.
Sebagai bentuk dukungan konkret, perusahaan juga menyalurkan bantuan dana pembinaan koperasi guna memperkuat kelembagaan dan meningkatkan kualitas usaha. PT TIMAH Tbk bahkan menghadirkan kantor layanan koperasi untuk memudahkan proses pembinaan bagi koperasi yang ingin menjadi mitra perusahaan.
Salah satu peserta Bimtek di Karimun, Agus Kurniawan, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu, terutama dalam memahami pengelolaan Koperasi Merah Putih sesuai aturan.
“Kami senang sekali dengan adanya Bimtek ini karena memberikan pelajaran berarti agar nantinya kami bisa mengelola koperasi dengan baik dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Di awal pasti ada tantangan, dan dukungan seperti ini sangat kami butuhkan,” ujarnya.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Babel, Sopiar, menyebut pelatihan yang digelar PT TIMAH Tbk merupakan bentuk sinergi untuk mendorong percepatan agar KDMP dapat menjalankan usaha jasa penambangan dan bermitra dengan perusahaan.
“Kita berkomitmen membantu koperasi memenuhi persyaratan administrasi, terutama peningkatan SDM pengurus melalui pelatihan. Kita concern pada penguatan administrasi agar mereka memenuhi syarat,” katanya.
Sementara itu, Ketua Koperasi Desa Merah Putih Desa Gunung Muda, Kecamatan Belinyu, Muntama, menyampaikan apresiasinya atas dukungan tersebut.
“Sangat bersyukur dengan adanya pelatihan ini. Ini menambah ilmu kami sebagai persiapan mengelola usaha pertambangan. Memang masih ada beberapa persyaratan administrasi yang harus kami lengkapi,” ujarnya.
Melalui pembinaan berkelanjutan, PT TIMAH Tbk menargetkan koperasi binaan tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga profesional dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah. (*)





















