Pangkalpinang, Deteksi Pos— PT TIMAH Tbk terus memperkuat soliditas internal dan optimisme karyawan melalui pelaksanaan Town Hall Meeting 2026 sebagai forum komunikasi strategis antara manajemen dan seluruh insan perusahaan. Kegiatan ini digelar secara hybrid dari Graha Timah, Pangkalpinang, Senin (26/1/2025).
Town Hall Meeting 2026 dihadiri Komisaris Utama PT TIMAH Tbk Agus Rohman, Komisaris Independen M. Hita Tunggal dan Yuslih Ihza, Direktur Utama PT TIMAH Tbk Restu Widiyantoro, Wakil Direktur Utama, serta jajaran direksi dan manajemen.
Selain agenda utama Town Hall Meeting, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para Division Head di lingkungan PT TIMAH Tbk yang dipimpin langsung oleh Direktur Utama Restu Widiyantoro.
Dalam forum tersebut, jajaran direksi memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun 2025, sekaligus menyampaikan proyeksi bisnis dan arah strategis pengembangan perusahaan pada tahun 2026.
Sejumlah fokus utama yang disampaikan meliputi penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan efisiensi operasional, pengembangan hilirisasi dan industrialisasi timah, serta penguatan komitmen terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Manajemen juga menekankan pentingnya inovasi berkelanjutan, kolaborasi lintas unit, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai kunci menghadapi dinamika dan tantangan industri pertambangan yang semakin kompleks.
Komisaris Utama PT TIMAH Tbk Agus Rohman menyampaikan bahwa perusahaan memiliki target yang besar dan menantang. Namun ia optimistis target tersebut dapat dicapai dengan dukungan dan sinergi seluruh elemen perusahaan.
“Target PT TIMAH Tbk sangat luar biasa. Mari kita satukan kekuatan untuk mencapainya agar perusahaan dapat memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara sesuai dengan tanggung jawab kita masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT TIMAH Tbk Restu Widiyantoro menegaskan komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kinerja produksi agar kontribusi PT TIMAH Tbk bagi negara dan masyarakat semakin optimal.
“Misi utama kita adalah mengembalikan kedaulatan timah nasional serta meningkatkan kinerja produksi hingga mencapai target 30.000 metrik ton,” tegas Restu. (*)




















