DPP IKAMA Umrohkan 36 Anggota, Wujud Kepedulian Sosial Keluarga Madura

Jakarta, Deteksi Pos – Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) kembali menegaskan komitmennya dalam bidang sosial dan keagamaan. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IKAMA memberangkatkan sebanyak 36 anggota untuk menunaikan ibadah umrah pada 7 Februari 2026.

Program umrah tersebut merupakan bagian dari agenda sosial-keagamaan IKAMA yang secara konsisten dijalankan sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap anggota sekaligus upaya penguatan nilai-nilai spiritual keluarga besar Madura di perantauan.

Sekretaris Jenderal DPP IKAMA, H. Hanafi, S.Sos., menyampaikan bahwa program umrah ini sepenuhnya merupakan inisiatif Ketua Umum DPP IKAMA sebagai wujud rasa syukur dan pengabdian kepada organisasi serta umat.

“Program ini adalah bentuk kepedulian nyata Ketua Umum DPP IKAMA, H. Muhammad Rawi, kepada para anggota. Selain mempererat ukhuwah, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi anggota untuk meningkatkan keimanan melalui ibadah umrah,” ujar Hanafi di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Hanafi menjelaskan, para peserta umrah berasal dari berbagai daerah dan latar belakang. Mereka merupakan anggota yang selama ini aktif berkontribusi dalam berbagai kegiatan dan program organisasi IKAMA.

Ia menegaskan bahwa program sosial-keagamaan seperti ini akan terus dilanjutkan dan direncanakan menjadi agenda rutin organisasi. “IKAMA tidak hanya hadir sebagai wadah silaturahmi keluarga Madura, tetapi juga sebagai organisasi yang memberikan manfaat nyata dan langsung bagi anggotanya,” tambahnya.

Keberangkatan 36 anggota untuk menunaikan ibadah umrah ini mendapat apresiasi luas, baik dari internal IKAMA maupun masyarakat Madura secara umum. Program tersebut dinilai sebagai langkah inspiratif yang memperkuat peran organisasi kemasyarakatan dalam membangun solidaritas, kepedulian sosial, serta nilai-nilai keagamaan.

Melalui program umrah ini, DPP IKAMA berharap dapat semakin memperkuat persatuan keluarga besar Madura, sekaligus menegaskan peran organisasi dalam membangun keseimbangan antara aspek sosial, budaya, dan spiritual. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *