Pangkalpinang, Deteksi Pos— Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, PT TIMAH Tbk menyalurkan 10.366 paket sembako kepada korban bencana alam, panti asuhan, yayasan sosial, serta kelompok masyarakat rentan di berbagai wilayah operasional perusahaan pada tahun 2025.
Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT TIMAH Tbk yang secara konsisten dijalankan untuk membantu masyarakat yang terdampak kondisi darurat maupun tekanan ekonomi.
Penyaluran puluhan ribu paket sembako dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah, menyasar warga terdampak bencana seperti banjir serta keluarga pra sejahtera di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Provinsi Kepulauan Riau.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud nyata kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.
“Penyaluran 10.366 paket sembako ini merupakan bentuk kepedulian PT TIMAH Tbk kepada masyarakat yang terdampak bencana maupun kelompok sosial yang membutuhkan perhatian. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan dasar,” ujarnya.
Menurutnya, dalam setiap proses penyaluran, PT TIMAH Tbk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, relawan, dan pengelola yayasan guna memastikan bantuan tepat sasaran.
Program bantuan sosial ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan PT TIMAH Tbk dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat, terutama di tengah situasi sulit akibat bencana dan tekanan ekonomi.
Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, turut menyampaikan apresiasi atas respon cepat PT TIMAH Tbk dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir rob di Pangkalpinang.
“Sembako dari PT TIMAH Tbk untuk warga Pangkalpinang yang terdampak banjir rob, terima kasih PT TIMAH Tbk yang sudah peduli dan tentunya masyarakat kita sangat terbantu dengan adanya kepedulian ini,” ujarnya.
Melalui program TJSL, PT TIMAH Tbk terus berkomitmen untuk hadir sebagai mitra pembangunan yang berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat solidaritas sosial. (*)
























