PT TIMAH Bantu Pengobatan Kekey, Bocah Penderita Hirschsprung di Sungailiat

Bangka, Deteksi Pos — PT TIMAH (Persero) Tbk kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat di wilayah operasional perusahaan dengan menyalurkan bantuan kepada Kayla (Kekey), bocah penderita penyakit Hirschsprung di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Di usia yang belum genap enam tahun, Kekey harus menjalani perjuangan panjang melawan penyakit Hirschsprung, kelainan saraf pada usus yang membuatnya tidak bisa buang air besar secara normal. Kondisi ini mengharuskannya menjalani serangkaian tindakan medis berat, termasuk operasi besar, yang tentu tidak ringan bagi anak seusianya.

Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga dan panjangnya proses pengobatan yang harus dijalani, PT TIMAH hadir memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada orang tua Kekey pada Selasa (31/3/2026) di Sungailiat.

Ayah Kekey, Imam, saat ini menderita stroke sehingga tidak lagi mampu beraktivitas seperti biasa. Sementara sang ibu, Dira Febby, yang bekerja sebagai penjaga kantin, menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus biaya pengobatan anaknya.

Imam menceritakan, kondisi Kekey awalnya hanya terlihat seperti gangguan pencernaan biasa. Namun, seiring waktu, anaknya tidak dapat buang air besar tanpa bantuan obat, bahkan pernah tidak buang air besar selama satu bulan.

“Awalnya cuma seperti sembelit biasa dan diberi obat. Lama-lama baru terlihat, kalau tidak diberi obat Kekey tidak buang air besar sama sekali,” ujarnya.

Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit, Kekey akhirnya didiagnosis mengidap penyakit Hirschsprung dan harus menjalani operasi pengangkatan saraf serta usus yang tidak berfungsi.

“Setelah didiagnosis, Kekey dirujuk ke rumah sakit di Palembang karena alat medisnya lebih lengkap. Kekey menjalani operasi pengangkatan saraf dan usus yang tidak berfungsi, dan sementara harus memakai kantung stoma di perut sebagai sistem pembuangan,” jelasnya.

Sejak Januari hingga Maret 2026, keluarga Kekey harus menetap di Palembang untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan perawatan medis secara intensif.

Melihat kondisi tersebut, PT TIMAH memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban biaya pengobatan Kekey, sekaligus mendukung kelangsungan proses medis yang masih harus dijalani.

Imam menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan PT TIMAH kepada keluarganya.

“Saya sangat berterima kasih kepada PT TIMAH yang sudah memberikan bantuan dan dukungan kepada keluarga kami. Bantuan ini sangat kami perlukan untuk kelancaran pengobatan anak kami Kekey,” katanya.

Bantuan ini menjadi wujud nyata komitmen PT TIMAH dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan dengan hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah operasional perusahaan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *