Bangka Belitung, Deteksi Pos— Hilirisasi menjadi fokus PT Timah Tbk dalam mendukung agenda strategis pemerintah mengurangi ekspor mineral mentah dan meningkatkan ekspor produk bernilai tambah. Melalui anak usahanya, PT Timah Industri, perusahaan telah konsisten menghadirkan inovasi produk turunan timah.
Sejak awal, hilirisasi dipandang PT Timah Industri sebagai strategi jangka panjang. Pabrik tin stabilizer yang berdiri pada 2009 menjadi tonggak awal, disusul pembangunan pabrik tin chemical pada 2010, serta perluasan ke produk Stannic Chloride dan DMT pada 2015.
Tidak berhenti di situ, tahun 2021 perusahaan meluncurkan berbagai varian tin stabilizer, kemudian pada 2024 memulai pembangunan pabrik tin solder powder sebagai bahan penting untuk industri elektronik. Saat ini, PT Timah Industri telah memproduksi tin solder dalam bentuk tin bar, tin wire, hingga solder powder, serta produk turunan kimia seperti Stanic Chloride dan Methyltin Mercaptide.
PT Timah Industri kini mengoperasikan lima pabrik dengan kapasitas ribuan ton per tahun, yang produknya digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari panel surya, kabel listrik, konstruksi, hingga otomotif. Produk tersebut bahkan sudah menembus pasar global seperti India, Malaysia, Korea, dan Timur Tengah.
Direktur Utama PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro menegaskan hilirisasi timah bukan sekadar upaya bisnis. “Ini adalah jalan strategis untuk menghadirkan kemakmuran rakyat, memperkuat kedaulatan negara, dan mewujudkan kemandirian ekonomi,” tegasnya.
Dengan konsistensi ini, PT Timah Industri tidak hanya mendukung kebijakan pemerintah, tetapi juga tampil sebagai pelopor perubahan arah industri timah Indonesia menuju produsen produk bernilai tambah yang berdaya saing global.




















