Jakarta, Deteksi Pos — PT TIMAH Tbk (IDX: TINS) resmi merilis Laporan Keuangan Konsolidasian pada 31 Juli 2025 untuk periode yang berakhir 30 Juni 2025. Di tengah kondisi pasar global yang penuh tantangan, harga timah menunjukkan tren stabilisasi setelah mengalami gejolak tajam pada awal tahun.
Pasar timah global masih dipengaruhi oleh keterbatasan pasokan, seiring belum beroperasinya tambang Man Maw di Myanmar hingga Agustus dan smelter Pulau Indah di Malaysia yang belum kembali ke kapasitas penuh. Kondisi ini turut menekan persediaan timah di gudang London Metal Exchange (LME), yang per akhir Juni 2025 hanya tersisa 2.220 ton, turun tajam 53,3% dibanding awal tahun.
Di tengah kondisi tersebut, ekspor timah Indonesia mengalami lonjakan tajam. Dalam enam bulan pertama 2025, volume ekspor naik sebesar 177% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Permintaan dari sektor elektronik global, khususnya tin solder dan tin chemical, tetap tinggi, didorong oleh pasar utama seperti Jepang dan Tiongkok.
Namun, potensi tekanan dari ketidakpastian kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat masih menjadi risiko utama. Meski demikian, berdasarkan CRU Tin Monitor, produksi logam timah global pada semester I 2025 tumbuh 10,5% menjadi 192.611 ton, sementara konsumsi meningkat 3,9% menjadi 191.163 ton secara tahunan (YoY).




















