Pangkalpinang, Deteksi Pos – Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go, menegaskan bahwa pendidikan politik menjadi fondasi penting dalam menyukseskan Pilkada Ulang 2025. Penegasan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan “Pendidikan Politik Bagi Masyarakat” yang digelar di Ruang Pertemuan Bapperida, Kamis, 19 Mei 2025.
Acara ini dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Kepala Bagian Kesbangpol, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tokoh masyarakat. Dalam forum tersebut, Mie Go menyoroti minimnya pemahaman politik yang kerap menjadi sebab rendahnya partisipasi masyarakat dalam pemilu.
“Pendidikan politik bukan sekadar mengenalkan sistem pemilu, tapi mendorong masyarakat untuk menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Mie Go.
Ia menekankan bahwa kualitas pemerintahan sejatinya mencerminkan kualitas pemimpin yang dipilih oleh rakyat. Oleh karena itu, proses memilih tak boleh didasarkan pada politik uang, relasi emosional, atau informasi yang dangkal.
“Melalui pendidikan politik yang baik, masyarakat diharapkan lebih bijak menentukan calon pemimpin yang berpihak pada kesejahteraan rakyat,” ucapnya.
Mie Go juga menyinggung pentingnya menjaga kohesi sosial di tengah perbedaan pilihan politik. Menurutnya, Pilkada adalah arena kontestasi, bukan ajang permusuhan.
“Berbeda pilihan itu lumrah. Tapi jangan sampai memecah belah keluarga atau lingkungan sosial. Usai pemilihan, semua harus kembali bersatu,” tegasnya.
Dalam forum itu, Mie Go mengajak masyarakat menjadikan Pilkada sebagai momentum konsolidasi demokrasi, bukan sumber konflik horizontal. “Persatuan dan kemajuan kota ini jauh lebih penting daripada sekadar menang-kalah dalam politik,” katanya.
Ia juga memberi perhatian khusus pada kelompok pemilih pemula. Menurut Mie Go, pelajar dan generasi muda harus menjadi subjek aktif dalam pendidikan politik, bukan sekadar objek kampanye.
“Peran sekolah, guru, dan organisasi kepemudaan sangat strategis untuk membentuk karakter pemilih muda yang kritis dan peduli,” ujar dia.
Ia berharap pemerintah, penyelenggara pemilu, dan elemen masyarakat dapat berkolaborasi dalam menyusun program pendidikan politik yang lebih menyentuh dan berkelanjutan.
“Pendidikan politik yang efektif tak bisa hanya sebatas seremoni. Harus berkelanjutan, kontekstual, dan menyasar kelompok-kelompok strategis,” katanya menutup pernyataan.
Dengan pendekatan tersebut, Mie Go optimistis Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025 akan berlangsung lebih partisipatif, damai, dan bermartabat. (*)
![]()
















