Caption: Diskusi perayaan imlek bersama di Wihara Ekayana Arema (foto: Ist)
Jakarta, Deteksi Pos – Lebih dari 2.000 umat menghadiri perayaan Imlek Bersama di Wihara Ekayana Arama pada Minggu (22/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus penuh semangat kebersamaan, diawali dengan pembacaan paritta singkat yang mengantarkan suasana reflektif bagi para umat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan Talkshow Dharma Special Imlek yang menghadirkan Y.M. Biksu Nyanaprathama Mahasthawira, Y.M. Biksu Nyanabhadra Sthawira, serta praktisi pengembangan diri Febrian Temansjah.
Dalam diskusi tersebut, para pembicara mengulas cara menjemput peruntungan di Tahun Kuda Api melalui penerapan ajaran Buddha dalam kehidupan sehari-hari.
Bhante Nyanaprathama menekankan pentingnya menanam karma baik sebagai fondasi utama untuk mengundang keberuntungan. Ia juga menggarisbawahi peran meditasi dan doa dalam membangun kualitas batin yang lebih baik.
Sementara itu, Bhante Nyanabhadra mengajak umat untuk menerapkan mindfulness atau hidup berkesadaran, agar mampu fokus dan menikmati setiap proses kehidupan dengan lebih utuh.
Dari perspektif praktis, Febrian Temansjah menjelaskan bahwa keberuntungan dan kesuksesan tidak lepas dari pemahaman diri yang mendalam. Menurutnya, mindset, mental, dan sikap menjadi kunci dalam membangun kepercayaan diri serta keberanian mengambil peluang.
Ia juga membagikan strategi untuk membentuk pola pikir positif, memperkuat mental, serta menghadapi tantangan dengan sikap yang tepat.
Puncak acara ditandai dengan prosesi yang dipimpin belasan anggota Sangha yang memasuki Baktisala. Para umat kemudian memanjatkan doa dan tekad Imlek, mengungkapkan rasa syukur atas berkah sepanjang tahun lalu, sekaligus memohon kekuatan untuk terus menjalankan ajaran Buddha di tahun yang baru.
Sebagai bentuk penghormatan, umat juga melakukan namaskara kepada anggota Sangha dan melaksanakan tradisi pai nien, dengan harapan para Bhante senantiasa diberkahi kebijaksanaan dan cinta kasih.
Wakil Kepala Wihara, Y.A.B. Dharmavimala Mahathera, turut memberikan wejangan Imlek dan menyampaikan apresiasi atas antusiasme umat. Ia berpesan agar semangat dalam mengembangkan ajaran Buddha terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian perayaan Imlek di Wihara Ekayana Arama telah dimulai sejak 28 Januari dengan penyalaan pelita Imlek, dilanjutkan ritual Tahun Baru Imlek pada 17 Februari, serta Kong Fo Cai Tien pada 21 Februari.
Perayaan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat nilai kebajikan, kesehatan, kebahagiaan, serta semangat cinta kasih di Tahun Kuda Api. (*)









