Bangka, DeteksiPos – PT TIMAH Tbk kembali melakukan penenggelaman atraktor cumi untuk menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung mata pencaharian nelayan, Rabu (7/10/2026).
Bekerja sama dengan DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, PT Timah menenggelamkan 81 atraktor cumi di perairan Pantai Tambak Udang, Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut bertepatan dengan momentum Hari Habitat Sedunia dan melibatkan pemerintah daerah serta nelayan setempat.
Atraktor diharapkan menjadi tempat berlindung dan pemijahan cumi-cumi sekaligus membantu membentuk habitat biota laut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Boy Yandra, mengapresiasi kolaborasi tersebut. Menurutnya, atraktor menjadi salah satu upaya menyediakan habitat bagi cumi-cumi di kawasan pesisir.
“Kami mengapresiasi kerja sama HNSI Bangka dan PT Timah. Ini salah satu upaya memberikan kehidupan yang baik kepada habitat cumi dengan pemasangan atraktor,” kata Boy.
Dia menyebut lokasi pemasangan atraktor di Pantai Tambak Udang dinilai tepat. Penempatannya juga telah melalui kajian ilmiah bersama Universitas Bangka Belitung (UBB).
Lurah Jelitik, Sri Juniarti, menilai keberadaan atraktor tak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga membantu nelayan menekan biaya operasional.
“Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini, nelayan kita tidak perlu jauh-jauh melaut sehingga bisa menghemat biaya operasional dan ekosistem biota laut tetap terjaga,” ujarnya.
Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, mengatakan atraktor buatan dibuat untuk mendekatkan lokasi penangkapan ikan dengan wilayah aktivitas nelayan.
Sebelumnya, nelayan harus melaut hingga belasan mil untuk mendapatkan lokasi yang potensial.
“Memang secara alami ada, tapi jangkauannya jauh. Kita coba membuat atraktor buatan supaya lebih dekat, sehingga mobilitas nelayan lebih singkat dan dapat menghemat BBM,” jelas Lukman.
Manfaat atraktor juga dirasakan nelayan. Ifandi, nelayan Pantai Tambak Udang, berharap jumlah atraktor terus ditambah.
“Kalau bisa ditambah lagi agar lebih bagus dan bermanfaat. Banyak manfaatnya, alhamdulillah,” tuturnya.
Division Head Corporate Secretary PT TIMAH Tbk, Ruddy Nursalam, mengatakan penenggelaman atraktor merupakan bagian dari upaya perusahaan menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir.
“Penenggelaman atraktor ini merupakan bagian dari upaya PT Timah untuk menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir. Kami berharap keberadaannya dapat mendukung habitat biota laut dan meningkatkan potensi sumber daya perikanan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi nelayan masyarakat,” ujar Ruddy.
Program serupa telah dilakukan PT Timah di sejumlah wilayah operasional perusahaan. Pekan sebelumnya, penenggelaman atraktor juga dilakukan di wilayah Belitung.
Ruddy menegaskan pelestarian lingkungan pesisir membutuhkan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, nelayan, dan masyarakat.
PT Timah, kata dia, akan terus mendorong program yang menggabungkan pelestarian lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.(ilh/mn)
























