49 Tahun PT Timah: Pilar Ekonomi, Pembangunan, dan Lingkungan untuk Indonesia

Pangkalpinang, Deteksi Pos— PT Timah Tbk menapaki usia ke-49 pada 2 Agustus 2025 dengan semangat yang tak pernah padam dalam mendukung pembangunan nasional. Berdiri sejak 1976, perusahaan ini terus menunjukkan kontribusi nyata dalam pengelolaan timah yang bertanggung jawab, inklusif, dan berkelanjutan.

Mengangkat tema “Untuk Merah Putih”, HUT ke-49 PT Timah menjadi momentum refleksi atas peran penting perusahaan dalam menjaga dan mengelola kekayaan alam Indonesia. Timah bukan hanya komoditas ekspor, tetapi juga tulang punggung industri dalam negeri yang strategis.

PT Timah menjadi kontributor signifikan terhadap pendapatan negara. Dalam lima tahun terakhir, setoran pajak dan PNBP perusahaan mencapai angka mencengangkan, menembus lebih dari Rp4 triliun. Pada paruh pertama 2025 saja, kontribusi PT Timah telah mencapai Rp839,99 miliar.

Namun, kontribusi PT Timah tak semata ekonomi. Melalui prinsip ESG, perusahaan menjalankan transformasi bisnis dan menguatkan aspek lingkungan serta sosial. Rehabilitasi tambang, pelibatan masyarakat dalam pengembangan sektor perikanan dan pertanian, hingga pelatihan perempuan dan generasi muda menjadi prioritas.

Beroperasi di wilayah Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau, PT Timah menjadikan masyarakat sekitar sebagai mitra utama pembangunan. Program CSR perusahaan menyentuh banyak aspek—pendidikan, kesehatan, ekonomi kerakyatan, lingkungan, hingga pelestarian budaya lokal.

Sejumlah kegiatan sosial menyemarakkan perayaan HUT ke-49, di antaranya Bulan Bakti yang meliputi pengobatan gratis, khitanan massal, donor darah, hingga turnamen olahraga.

Realisasi program CSR pun konsisten dilakukan. Sejak 2021 hingga semester I 2025, total dana yang digelontorkan PT Timah untuk program CSR mencapai lebih dari Rp170 miliar.

“Semangat PT Timah sejak awal adalah mengelola timah untuk bangsa. Di usia ke-49 ini, kami terus mendorong inovasi, hilirisasi, dan kolaborasi demi kemajuan bersama,” ujar Direktur PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro.

Ia menekankan pentingnya menjaga amanah negara dalam mengelola sumber daya alam. “Timah adalah logam strategis yang akan terus menjadi bagian dari masa depan bangsa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *