Ketua HNSI : ABK Kapal KM Andi Nurul Dapat di Temukan

Foto : Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesua (HNSI) Kabupaten Bangka, Lukman, S.pd

BABEL, Deteksi – Adanya seorang Anak Buah Kapal (ABK) yang dikabarkan hilang diduga jatuh dari kapal KM Andi Nurul warga Lingkungan Nelayan II Sungailiat, mendapat respon dari Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Senin (20/9)

Menurut Ketua HNSI Kabupaten Bangka, Lukman, S.pd saat memberikan keterangan kepada Deteksipos.com menjelaskan bahwa tadi pagi sekitar jam 06.00 wib dirinya mendapat informasi dari nelayan yang kebetulan mengetahui kejadian hilangnya ABK tersebut.

“Saya tadi pagi mendapatkan laporan dari anggota kita yang merupakan nelayan yang secara kebetulan mengetahui kejadian tersebut, hilangnya ABK bernama Salim itu kejadiannya sekitar jam 21.00 wib yang berada di perairan laut Tuing, Kecamatan Riausilip,” Terangnya.

Ia melanjutkan, mendapatkan informasi tersebut Ia lantas melaporkan kejadian itu kepada pihak Polairud Polda Babel, Lanal Babel, Basarnas, dan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) di Sungailiat.

“Saya langsung berkoordinasi dengan Pos Pangkalan Sandar Polairud Polda Babel, Posmat Angkatan Laut, Basarnas, dan PPN yang berada di Sungailiat. Harapan saya agar kegiatan pencarian terhadap ABK yang hilang itu dapat membuahkan hasil,” Jelas Ketua HNSI Kabupaten Bangka.

Ia menghimbau, kepada para nelayan yang akan turun melaut agar dapat berhati-hati, mengingat cuaca yang saat ini tidak bersahabat, dikarenakan angin kencang dan gelombang pasang cukup tinggi agar dapat menjaga keselamatan diri selama di laut.

“Saya menghimbau kepada para nelayan anggota HNSI agar dapat berhati-hati dalam menjalankan aktivitas selama berada di laut, mengingat saat ini kondisi angin kencang dan gelombang cukup besar yang dapat membahayakan keselamatan diri,” Ujarnya.

Sementara itu, Komandan Pos Pangkalan Sandar Polairud Polda Babel, Bripka Heri Irawan, SH kebetulan baru mendarat dari pencarian ABK kapal Andi Nurul menerangkan pada saat akan berangkat lakukan evakuasi situasi angin cukup kencang dan gelombang cukup besar.

“Kami sempat berteduh dahulu mengingat kondisi cuaca dengan angin kencang dan gelombang cukup besar masih terjadi, bagaimana caranya kali tetap mengupayakan agar ABK yang hilang tersebut dapat di temukan,” Jelasnya.

Ia menambahkan, upaya yang dilakukan Polairud Polda Babel adalah memantau melalui saluran radio baik Orari, radio yang ada di Pos sendiri yang langsung disampaikan kepada para nelayan dan di lokasi sendiri ada juga para nelayan yang ikut mencari.

“Kami berharap agar ABK yang hilang tersebut dapat segera di temukan, kita akan selalu memantau setiap ada laporan dari para nelayan ataupun tim gabungan terkait informasi tersebut, Mari kita sama-sama berdoa agar dapat di berikan jalan keluarnya,” Tuturnya.

Loading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *